Aceh di Ambang Darurat Rabies, Kasus Gigitan Hewan Terus Meningkat
- 29 Apr 2026 17:27 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Provinsi Aceh saat ini berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai serius terkait penyebaran rabies. Peningkatan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, bahkan telah menelan korban jiwa.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.830 kasus gigitan hewan penular rabies, meningkat dari tahun 2024 yang berjumlah 1.527 kasus tanpa korban jiwa. Pada 2025, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan anjing, masing-masing terjadi di Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Tengah. Sementara itu, memasuki awal tahun 2026, jumlah kasus telah mencapai ratusan dan diperkirakan masih terus bertambah.
Hewan penular rabies yang dimaksud meliputi anjing, kucing, dan kera, yang menjadi sumber utama penularan di tengah masyarakat.
Wilayah Rawan Penyebaran
Berdasarkan data rekapitulasi tahun 2025, beberapa daerah di Aceh menjadi titik rawan penyebaran rabies. Kabupaten Bireuen mencatat jumlah kasus GHPR tertinggi, disusul oleh Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara. Khusus untuk kasus gigitan anjing, Aceh Tengah menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, diikuti Aceh Tenggara dan Aceh Singkil.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, menegaskan bahwa munculnya kasus kematian akibat rabies harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
“Walaupun jumlahnya tidak besar, dua kematian ini menjadi alarm bagi kita semua. Rabies adalah penyakit yang fatal, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kasus gigitan menunjukkan masih tingginya potensi penularan rabies, yang dipengaruhi oleh banyaknya hewan peliharaan yang belum divaksin serta keberadaan hewan liar yang tidak terkendali.
Upaya Pencegahan Harus Diperkuat
Pemerintah kabupaten/kota diminta untuk memperketat pengendalian hewan penular rabies, termasuk memastikan hewan peliharaan tidak dilepasliarkan. Selain itu, vaksinasi rabies pada hewan peliharaan harus digencarkan secara berkala sebagai langkah utama pencegahan.
Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting, terutama terkait risiko penularan rabies dan langkah penanganan awal apabila terjadi gigitan hewan.
Berpotensi Menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi meningkat menjadi kejadian luar biasa jika tidak ditangani secara optimal.“Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi mengarah pada kejadian luar biasa (KLB) apabila tidak ditangani secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, status KLB dapat ditetapkan apabila terjadi peningkatan signifikan kasus di daerah endemis, munculnya kasus rabies di wilayah yang sebelumnya bebas, atau meningkatnya jumlah kasus gigitan yang memerlukan vaksin anti rabies.
Berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan Aceh, sejumlah wilayah kini masuk kategori risiko tinggi rabies, di antaranya Aceh Tengah, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Singkil.
Respons Cepat di Tingkat Daerah
Di tingkat daerah, upaya pencegahan terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Bireuen, misalnya, активно menggencarkan vaksinasi hewan serta penanganan cepat terhadap korban gigitan.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen, Safrizal SP, menyampaikan bahwa setiap laporan kasus langsung ditindaklanjuti di lapangan.
“Setiap ada kejadian, tim langsung turun ke lokasi. Selain menangani hewan, kami juga melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, memastikan bahwa setiap korban gigitan mendapatkan penanganan cepat.
“Korban segera dibersihkan lukanya, kemudian diberikan vaksin anti rabies. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Meningkatnya kasus gigitan hewan penular rabies di Aceh menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari pengendalian hewan, vaksinasi, hingga edukasi publik, guna mencegah rabies berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar.
Jika tidak ditangani secara optimal, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....