Peptide atau Retinol, Mana Lebih Efektif untuk Kulit?
- 06 Agt 2026 19:30 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Peptide dan retinol menjadi dua bahan aktif yang semakin populer dalam produk perawatan kulit, terutama untuk membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Keduanya sama-sama diklaim mampu meningkatkan produksi kolagen dan menjaga kekencangan kulit, tetapi memiliki cara kerja dan tingkat toleransi yang berbeda.
Dr. Derrick Phillips, Konsultan spesialis kulit, menjelaskan peptide merupakan rangkaian pendek asam amino yang berfungsi sebagai "pembawa pesan" bagi sel kulit. Bergantung pada jenisnya, peptide dapat membantu merangsang produksi kolagen, menjaga kelembapan, hingga memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), disadur dari vogue, Kamis (6/8/2026).
Sementara itu, retinol merupakan turunan vitamin A yang telah digunakan dalam dunia dermatologi selama lebih dari 50 tahun. Bahan aktif ini bekerja mempercepat regenerasi sel kulit sekaligus merangsang pembentukan kolagen sehingga efektif menyamarkan garis halus, memperbaiki tekstur kulit, dan mengurangi bekas jerawat.
Peptide Lebih Lembut, Retinol Lebih Poten
Menurut Dr. Phillips, retinol memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat dalam mengatasi kerutan dan tanda penuaan. Namun, penggunaan retinol juga lebih berisiko menimbulkan efek samping seperti kulit kering, kemerahan, mengelupas, hingga iritasi, terutama pada awal pemakaian.
Sebaliknya, peptide cenderung lebih ramah bagi kulit sensitif. Karena itu, bahan ini kerap menjadi pilihan bagi orang yang sulit mentoleransi retinoid atau memiliki kulit yang mudah mengalami iritasi.
"Peptide dan retinol sama-sama dapat membantu membuat kulit tampak lebih halus dan kencang, tetapi keduanya bekerja dengan cara yang berbeda," jelas Dr. Phillips.
Kapan Hasilnya Terlihat?
Efektivitas kedua bahan aktif tersebut bergantung pada konsentrasi produk, formulasi, serta konsistensi penggunaan.
Perbaikan tekstur kulit menggunakan retinol umumnya mulai terlihat dalam waktu empat hingga enam minggu. Namun, untuk mengurangi garis halus dan meningkatkan kekencangan kulit biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan.
Sementara itu, manfaat peptide dalam menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier dapat dirasakan dalam beberapa minggu. Adapun peningkatan kekencangan kulit dan penyamaran garis halus umumnya baru terlihat setelah delapan hingga dua belas minggu penggunaan rutin.
Bisakah Digunakan Bersamaan?
Peptide dan retinol justru saling melengkapi. Retinol membantu merangsang pembentukan kolagen, sedangkan peptide mendukung proses perbaikan kulit sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit yang sementara dapat melemah akibat penggunaan retinol.
Menyadur dari sumber yang sama, Dr. Ellie Rashid menyarankan penggunaan retinol pada malam hari setelah wajah dibersihkan, kemudian dilanjutkan dengan pelembap atau produk yang mengandung peptide. Bagi pemilik kulit sensitif, metode retinol sandwich dapat menjadi pilihan, yakni menggunakan pelembap sebelum dan sesudah retinol untuk mengurangi risiko iritasi.
Jangan Lupakan Pelembap dan Tabir Surya
Saat memilih produk retinol, sebaiknya tidak langsung menggunakan konsentrasi tertinggi. Sebaiknya mulai dari kadar rendah dua hingga tiga kali seminggu, lalu tingkatkan frekuensinya secara bertahap sesuai respons kulit.
Pilih produk yang diperkaya bahan pendukung seperti ceramide, hyaluronic acid, dan glycerin untuk menjaga kelembapan kulit selama proses adaptasi.
Selain itu, penggunaan retinol harus selalu diikuti tabir surya pada pagi hari. Retinol membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet sehingga perlindungan SPF menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan kulit.
Sementara untuk produk peptide, konsumen disarankan memilih formulasi yang mengandung peptide dengan manfaat yang telah diteliti, dipadukan dengan bahan pendukung skin barrier seperti ceramide, kolesterol, dan humektan agar hasil perawatan lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....