Rumah ternyata Berpengaruh Besar terhadap Kesehatan Mental

  • 27 Jul 2026 18:04 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Saat merasa mudah lelah, sulit fokus, atau suasana hati memburuk, banyak orang cenderung mengevaluasi pola hidupnya. Mulai dari kurang tidur, terlalu lama bermain media sosial, kurang berolahraga, hingga kebiasaan makan dan minum. Namun, ada satu faktor yang sering luput dari perhatian, yakni kondisi rumah tempat kita beraktivitas setiap hari.

Dr. Sally Augustin, psikolog lingkungan sekaligus pendiri Design With Science, otak manusia terus menerima berbagai rangsangan dari lingkungan sekitar. Karena itu, tata ruang rumah secara langsung dapat memengaruhi tingkat stres, kemampuan berkonsentrasi, kualitas istirahat, hingga kesehatan mental secara keseluruhan, dilansir dari Real Simple.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menciptakan hunian yang lebih nyaman sekaligus mendukung kesejahteraan emosional menurut beberapa pakar Interior yang dilansir dari Real Simple.

Mulai dengan Merapikan Rumah

Langkah pertama adalah mengurangi barang yang menumpuk. Memulai dari pekerjaan kecil selama 15 menit. Dalam waktu singkat tersebut, penghuni dapat mengembalikan barang ke tempatnya, membuang sampah yang tidak diperlukan, dan membersihkan permukaan yang kotor.

Menurutnya, banyak orang menunda merapikan rumah karena menganggap pekerjaan tersebut membutuhkan waktu lama, padahal hasilnya dapat langsung terasa.

lebih selektif lagi sebelum membeli barang baru. Sebelum berbelanja, tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah sudah memiliki barang serupa, dan apakah barang itu akan memberikan manfaat atau justru menambah beban.

Selain itu, menyumbangkan barang yang sudah tidak digunakan juga menjadi cara efektif untuk mengurangi penumpukan barang sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.

Ciptakan Rumah Sesuai Kebutuhan

Rumah sebaiknya tidak hanya dirancang agar terlihat indah, tetapi juga mampu menghadirkan perasaan yang diinginkan penghuninya. Pemilihan warna menjadi salah satu faktor penting.

Dr. Augustin menjelaskan bahwa warna hijau dapat membantu meningkatkan kreativitas sehingga cocok digunakan di ruang kerja. Sementara warna-warna lembut dengan tingkat kecerahan rendah lebih sesuai untuk kamar tidur atau ruang relaksasi.

Sebaliknya, warna hangat seperti peach lembut dapat menciptakan suasana yang lebih akrab ketika berkumpul bersama keluarga atau tamu.

Selain itu, penghuni juga disarankan memperbaiki gangguan kecil di rumah yang sering diabaikan, seperti karpet yang mudah tergelincir, lampu yang sulit dijangkau, atau tata letak furnitur yang menghambat pergerakan.

"Setiap gangguan kecil yang terus dibiarkan dapat memengaruhi kenyamanan dan tanpa disadari menjadi sumber stres dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sediakan Sudut untuk Beristirahat

Dr. Augustin juga menyarankan setiap rumah memiliki setidaknya satu sudut yang terasa aman dan nyaman untuk beristirahat. Kursi empuk dengan sandaran tinggi yang ditempatkan di sudut ruangan, misalnya, dapat memberikan rasa aman secara psikologis. Meskipun penghuni mengetahui rumahnya aman, otak manusia tetap merespons lingkungan yang memberikan rasa terlindungi.

Kamar tidur pun sebaiknya dirancang sebagai ruang untuk memulihkan energi. Penggunaan tekstil yang lembut, pencahayaan hangat yang dapat diatur tingkat terangnya, serta warna-warna netral dipercaya membantu tubuh lebih mudah rileks sebelum tidur.

Hadirkan Unsur Alam di Dalam Rumah

Menghadirkan unsur alam sebagai bagian dari desain rumah. Tanaman hias dalam jumlah secukupnya dapat membantu mengurangi kelelahan mental, meningkatkan kualitas udara, sekaligus memberikan suasana yang lebih segar.

Selain tanaman, cahaya alami dari jendela dan pemandangan pepohonan di luar rumah juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi serta menyegarkan pikiran.

Aroma alami seperti lavender, cedarwood, dan hinoki diketahui dapat membantu menciptakan rasa tenang dan meningkatkan kualitas tidur. Sementara aroma citrus, seperti bergamot atau jeruk manis, dapat memberikan efek lebih segar dan meningkatkan kewaspadaan.

Pencahayaan yang mengikuti ritme cahaya matahari juga bermanfaat bagi tubuh. Lampu berwarna hangat cocok digunakan pada malam hari untuk membantu tubuh bersiap tidur, sedangkan pencahayaan yang lebih terang sesuai digunakan saat bekerja atau beraktivitas.

Suara gemericik air dari humidifier, fitur suara hujan, atau pancuran bergaya rain shower juga dapat memberikan efek relaksasi sehingga membantu meredakan stres.

Menciptakan rumah yang mendukung kesehatan mental tidak selalu membutuhkan renovasi besar. Berbagai perubahan sederhana, mulai dari merapikan ruangan, mengurangi barang, memilih warna yang tepat, hingga menghadirkan unsur alam, dapat membuat rumah menjadi tempat yang lebih nyaman untuk beristirahat, memulihkan energi, dan menjaga keseimbangan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....