Empat Tipe Pemikir, Anda termasuk Kelompok Mana?
- 27 Jul 2026 18:00 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Apa yang paling sering dipikirkan manusia dalam kesehariannya? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pikiran banyak orang didominasi oleh urusan pekerjaan, keinginan menikmati secangkir kopi, hingga hasrat untuk kembali tidur.
Sebuah penelitian yang dilakukan para ekonom dari Claremont Graduate University di California, Amerika Serikat, dan Wuhan University di Tiongkok itu juga menemukan empat pola utama cara berpikir manusia.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian orang lebih sering mengkhawatirkan kondisi dunia, sebagian lainnya fokus pada urusan rumah tangga dan keuangan, ada yang lebih banyak memikirkan kondisi tubuh dan kesehatan mental, sementara kelompok lainnya menyeimbangkan pekerjaan dan hiburan.
Melansir dari The Guardian (25/7/2026), penelitian tersebut menunjukkan sebanyak 258 responden berusia 19 hingga 71 tahun diminta memasang aplikasi di telepon pintar. Selama dua pekan, aplikasi memberikan delapan pengingat secara acak setiap hari. Setiap kali menerima notifikasi, peserta diminta menuliskan apa yang sedang mereka pikirkan, aktivitas yang dilakukan, serta tingkat kebahagiaan yang dirasakan saat itu.
Peneliti utama, Dr. Joshua Tasoff, mengatakan penelitian mengenai isi pikiran manusia masih sangat terbatas, padahal aktivitas berpikir merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Dari lebih dari 23.000 catatan yang terkumpul, peneliti menemukan bahwa isi pikiran berubah mengikuti ritme aktivitas harian. Pada siang hari, pikiran lebih banyak tertuju pada pekerjaan, sedangkan pada malam hari bergeser ke hiburan atau aktivitas santai.
Sekitar separuh dari seluruh pikiran merupakan pikiran yang disengaja, sementara sisanya muncul secara spontan akibat lamunan atau pengingat terhadap sesuatu.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hampir 20 persen pikiran berkaitan dengan kondisi fisik, seperti rasa lelah, mengantuk, atau sensasi tubuh lainnya. Sekitar 17 persen berhubungan dengan pekerjaan, sedangkan 14 persen membahas makanan dan minuman.
Menariknya, ketika peserta memikirkan sesuatu yang mereka inginkan, hampir separuh berkaitan dengan makanan atau minuman, terutama kopi. Sementara itu, sekitar 29 persen keinginan yang muncul berkaitan dengan kebutuhan untuk beristirahat, tidur siang, atau tidur lebih lama.
Peneliti juga menemukan bahwa pikiran manusia hampir tidak pernah benar-benar kosong. Hanya sebagian kecil peserta yang mengaku tidak memikirkan apa pun ketika menerima pengingat dari aplikasi.
Empat Pola Cara Berpikir
Berdasarkan hasil analisis, peneliti mengelompokkan pola berpikir responden ke dalam empat kategori.
1. The Worriers ( Para Pencemas)
Kelompok para pencemas memikirkan peristiwa dunia, politik, dan berbagai isu sosial sekitar 60 persen lebih sering dibandingkan rata-rata orang. Pikiran mereka banyak dipenuhi kekhawatiran mengenai perang, pandemi Covid-19 saat masih berlangsung, serta berbagai peristiwa besar lainnya.
Mereka juga memikirkan keselamatan dan kesehatan pribadi sekitar 50 persen lebih sering dibandingkan rata-rata. Kata-kata yang paling sering muncul dalam pikiran kelompok ini antara lain Covid, terjaga, kesepian, rasa sakit, lapar, dan kelelahan.
Menariknya, para peneliti menemukan bahwa kelompok ini juga memikirkan musik hampir dua kali lebih sering dibandingkan rata-rata. Peneliti menduga musik menjadi salah satu cara yang digunakan untuk membantu mengurangi beban emosional akibat berbagai kekhawatiran yang memenuhi pikiran mereka.
2. The Domestics ( Fokus kepada Urusan sehari-hari)
Kelompok The Domestics merupakan orang-orang yang lebih banyak memusatkan pikiran pada urusan praktis dan kehidupan rumah tangga. Mereka memikirkan pekerjaan rumah, kondisi rumah, serta masalah keuangan sekitar 50 persen lebih sering dibandingkan rata-rata orang. Selain itu, mereka juga kerap memikirkan berbagai cerita yang diperoleh dari film, buku, maupun acara televisi.
Meski demikian, kata-kata yang menggambarkan isi pikiran kelompok ini cukup beragam, di antaranya menyelesaikan (solve), proses (process), perdebatan (debate), dan dokumen (document). Hal ini menunjukkan bahwa mereka cenderung fokus pada penyelesaian masalah, pengelolaan aktivitas sehari-hari, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan praktis.
3. The Bodily Thinkers (fokus pada kondisi tubuh)
Tidak ada kelompok lain yang lebih sering memikirkan indra, perasaan, serta kesan mental tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya dibandingkan kelompok ini.
Sebagai kelompok, The Bodily Thinkers merupakan yang paling muda, dengan rata-rata usia 32 tahun, dan hampir dua pertiganya adalah perempuan. Mereka juga memiliki tingkat pikiran yang tidak diinginkan atau muncul secara tiba-tiba (intrusive thoughts) paling tinggi, yakni sekitar 28 persen. Kata-kata yang paling sering muncul dalam pikiran mereka antara lain terapis (therapist), rasa nyeri (ache), dan perasaan kewalahan (overwhelm).
Menurut peneliti, kelompok ini mungkin menjadi gambaran bagaimana seseorang dapat berpindah dari satu pola berpikir ke pola berpikir lainnya. Proporsi perempuan yang lebih besar dalam kelompok ini kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang berkaitan dengan siklus menstruasi.
Selain itu, kelompok ini juga mencerminkan orang-orang yang selama penelitian sedang mengalami masalah kesehatan fisik maupun kesehatan mental, sehingga perhatian dan pikiran mereka lebih banyak tertuju pada kondisi tubuh, gejala yang dirasakan, serta upaya perawatan yang dijalani.
4. The Work-Hard, Play-Hards (Fokus Kepada keseimbangan antara pekerjaan dan waktu luang)
Kelompok The Work-Hard, Play-Hards memiliki pola pikir yang terbagi antara pekerjaan dan waktu luang. Mereka memikirkan pekerjaan sekitar 50 persen lebih sering dibandingkan rata-rata orang, namun pada saat yang sama juga memikirkan hobi, permainan, dan seni sekitar 25 persen lebih sering.
Dibandingkan kelompok lainnya, mereka memiliki tingkat pendapatan dan tingkat kebahagiaan paling tinggi. Kelompok ini juga beranggotakan sedikit lebih banyak laki-laki daripada perempuan.
Beberapa kata yang paling sering muncul untuk menggambarkan isi pikiran mereka antara lain relaksasi, presentasi, penerbangan, kuku (nail), proyek, dan pusat kebugaran (gym). Hal ini menunjukkan bahwa mereka cenderung mampu menyeimbangkan perhatian antara tuntutan pekerjaan dan aktivitas yang memberikan hiburan maupun kepuasan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....