Rutinitas Harian Melatih Kemampuan Bicara Anak

  • 26 Jul 2026 19:07 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Perkembangan kemampuan berbicara menjadi salah satu tahapan penting dalam tumbuh kembang anak. Meski setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, orang tua dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa si kecil melalui aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari.

Ahli patologi wicara sekaligus penulis Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years, Marie Martinez, mengatakan orang tua tidak memerlukan alat belajar yang mahal untuk mendukung perkembangan bahasa anak. Menurutnya, interaksi sehari-hari justru menjadi cara paling efektif untuk melatih kemampuan komunikasi anak usia dini, dilansir dari Parents.

Salah satu langkah yang disarankan adalah meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan anak. Orang tua dianjurkan memperhatikan ocehan, kata-kata sederhana, hingga bahasa tubuh yang ditunjukkan anak. Dengan begitu, orang tua dapat memahami tahap perkembangan bahasa anak sekaligus menciptakan lebih banyak kesempatan untuk mengajaknya berkomunikasi.

Selain itu, aktivitas rumah tangga juga dapat dijadikan media belajar. Saat mencuci pakaian, memasak, atau merapikan rumah, orang tua dapat menyebutkan nama benda maupun aktivitas yang sedang dilakukan. Cara ini membantu anak mengenal kosakata baru sekaligus memahami hubungan antara kata dan benda di sekitarnya.

Perjalanan menggunakan kendaraan juga menjadi waktu yang tepat untuk mengajak anak berbicara. Orang tua dapat mengajak anak bernyanyi, menyebutkan benda yang terlihat di jalan, atau berdiskusi sederhana mengenai tujuan perjalanan. Aktivitas tersebut dapat memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan anak merespons percakapan.

Waktu makan bersama keluarga juga tidak kalah penting. Orang tua dapat mengenalkan nama makanan, warna, bentuk, hingga mengajak anak bermain tebak benda, seperti menanyakan letak gelas atau sendok. Permainan sederhana ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak.

Martinez juga mengingatkan jika perilaku anak, termasuk tangisan atau tantrum, merupakan bentuk komunikasi. Alih-alih langsung memarahi, orang tua disarankan membantu anak mengenali dan mengungkapkan emosinya melalui kata atau gerakan sederhana sehingga kemampuan berkomunikasi mereka berkembang secara bertahap.

Yang tidak kalah penting, setiap kemajuan sekecil apa pun perlu diapresiasi. Memberikan pujian saat anak berhasil mengucapkan kata baru atau mencoba menyampaikan keinginannya dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar berbicara.

Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan tanda-tanda keterlambatan perkembangan bahasa. Jika hingga usia sekitar sembilan bulan bayi belum menunjukkan senyum sosial, jarang mengoceh, atau hanya menggunakan sedikit suara maupun gerakan untuk berkomunikasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara. Penanganan sejak dini dinilai dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi perkembangan kemampuan komunikasi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....