Siswa-siswi SLB Kebayakan Belajar dengan Dinding Disekat

  • 30 Sep 2024 13:50 WIB
  •  Takengon
Video

KBRN, Takengon: Siswa-siswi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kebayakan terpaksa harus belajar dengan ruangan yang sempit.

Hal itu karena ruangan yang dimiliki terbatas, sementara jumlah anak disabilitas yang ada dari tahun ke tahun terus saja meningkat.

Kepala SLB Kebayakan Lukman ditemui RRI menyampaikan, saat ini SLB Kebayakan hanya memiliki 11 ruangan.

Sedangkan Rombongan Belajar (Rombel) mencapai 76. Jumlah anak-anak luar biasa di SLB Kebayakan saat ini mencapai 140 orang.

Harapan untuk dikembangkan menjadi gedung berlantai dua sebenarnya sempat ada, hal itu seiring dengan adanya tim dari Pemerintah Aceh yang datang melakukan survei atau peninjauan.

Namun harapan itu pupus dengan realita yang ada sekarang ini. Gedung yang diharapkan tak kunjung tiba.

"Inilah, belum tercover semua dari apa yang diharapkan oleh masyarakat, belum maksimal di dalam penanganannya. Artinya ya dari fisik sekolah saja belum memenuhi standar, kalau di saya, kalau tempat lain (mungkin) sudah. Karena ini kan sekolah lama, tanahnya sudah sempit, habis itu untuk pengembangan pembangunan ruang baru agak sulit. Tapi kemarin kita sudah rencana di lantai dua, sampai sekarang belum nyampe-nyampe," katanya, Senin (30/9/2024).

Mewakili masyarakat Aceh Tengah, khususnya orang tua yang menitipkan anak-anaknya di SLB Kebayakan, Lukman berharap adanya rehab bangunan dari Pemerintah Aceh.

Sejauh ini, SLB Kebayakan telah melakukan pendidikan untuk 7 hambatan, yaitu Tuna netra sebanyak 4 orang, tuna rungu sebanyak 14 orang, tuna grahita 70 orang.

Selanjutnya tuna daksa 12 orang, autis 37 orang, hiperaktif 3 orang dan kesulitan belajar sebanyak 4 orang.

Sn

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....