Melirik berbagai model bisnis kopi di Takengon, Aceh Tengah

  • 21 Jul 2023 10:01 WIB
  •  Takengon
Video

Kopi di dataran tinggi Gayo merupakan mata pencaharian utama masyarakatnya. seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan luas, kini masyarakat di daerah tersebut mulai melirik potensi bisnis kopi dengan berbagai model. Berikut laporan selengkapnya.

Narasi

Takengon merupakan daerah dataran tinggi dengan ketinggian antara 200 – 2600 meter di atas permukaan laut. Mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Takengon Aceh Tengah adalah bertani.

Selain terkenal dengan destinasi pariwisata, Takengon juga terkenal dengan kopi Arabika terbaiknya.

Call

Assalamualaikum pendengar dan Pemirsa RRI Net. Jumpa lagi bersama Saya Satiran. Kali ini saya akan mengajak Anda untuk mengetahui berbagai model bisnis kopi yang ada di kota Takengon.

Ikuti perjalanan kami......

Narasi

Takengon merupakan daerah pariwisata, wajar saja perkembangan UMKM di daerah berhawa sejuk itu kian hari mengalami peningkatan, terutama di bidang usaha penjualan kopi.

Siapa saja yang datang ke Gayo, rasanya tidak lengkap kalau belum minum kopi Gayo Arabika. Ada banyak model bisnis kopi di dataran tinggi Gayo, mulai ngopi di ladang kopi, di cafe-cafe sampai di pinggir jalan ngopi bersama mobil kopi.

Pertumbuhan bisnis kopi ini tidak terlepas dari daerah Aceh yang aman pasca konflik mereda, terlebih lagi Takengon, masyarakat yang ramah-ramah dan mudah menerima silaturahmi. Berbicara mengenai omset, umumnya para pedagang kopi seperti di warung, cafe dan mobil kopi dalam sehari paling sedikit mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu, dan bahkan sampai Rp 10 juta.

Berikut ini pedagang pada salah satu bisnis kopi di dataran tinggi Gayo, Madi Ariansyah.

"Kalau hari biasa sampai Rp 2 juta, kalau Sabtu Minggu sampai Rp 10 juta," kata Madi Ariansyah, di release Jum'at (14/7/2023).

Banyak bisnis kopi di dataran tinggi Gayo dengan inovasi beragam varian dan cita rasa baru mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Tengah Marwandi Munthe.

Disebutkan, pegiat atau pelaku usaha kopi harus terus kreatif dan inovatif seiring dengan kemajuan daerah wisata Aceh Tengah. "Tumbuh mobil kopi, kemudian cafe, ini dalam rangka menciptakan kemudahan untuk wisatawan menyeruput kopi itu sendiri. Kita wisata tumbuh, jadi kalau wisata tumbuh, ikutannya kan UKM, pasti ada industri kreatifnya, jadi ini uang harus kita kembangkan di daerah ini, wisata berkembang, UKM pasti akan menggeliat dengan sendirinya," kata Marwandi Munthe.

Hampir senada yang disampaikan Kadis Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Zulkarnain menyampaikan wajar jika bisnis kopi saat ini berkembang pesat di Gayo, seperti berjualan kopi dengan mobil atau biasa disebut mobil kopi, berjualan kopi di ladang kopi, warung maupun cafe.

Hal itu memang tidak terlepas dari inovasi produk yang dimunculkan oleh pegiat kopi, baik dari segi cita rasanya, cara ngopi sampai dengan gaya pengemasan, pemasaran maupun pengolahan kopi dan peralatan.

"Kopi Aceh Tengah banyak varietas, dari sini kita berupaya untuk memperbanyak inovasi produk kopi itu sendiri, sehingga para pengunjung itu tertarik, inovasi produk di Aceh Tengah sudah muncul sekarang dan banyak varietas kopi yang ditampilkan sehingga jadi kopi yang khas," kata Zulkarnain.

Call

Pendengar dan Pemirsa RRI Net, jika berkunjung ke dataran tinggi Gayo, jangan lupa ngopi. Ada banyak tempat yang bisa Anda kunjungi dan merasakan langsung sensasi ngopi di warung atau cafe, mobil kopi atau bahkan ladang kopi.

Sn

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....