64 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Bener Meriah Mulai Dibangun
- 06 Okt 2026 15:36 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Redelong- Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar meletakkan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Selasa 6 Oktober 2026.
Sebanyak 64 unit rumah Huntap akan dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perumahan. Sementara itu, lahan pembangunan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah seluas 1,4 hektare.
Rumah yang dibangun merupakan tipe 36 plus. Selain hunian, kawasan tersebut nantinya dilengkapi dengan sarana olahraga serta fasilitas pendukung lainnya.
Huntap tersebut terutama diperuntukkan bagi masyarakat Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, yang menjadi korban bencana hidrometeorologi.
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan, pemerintah daerah berkewajiban menyediakan lahan untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan tanah akibat bencana.
“Pemerintah Daerah Bener Meriah berkewajiban memberikan tanah untuk membangun hunian tetap bagi para korban bencana hidrometeorologi. Saat bencana terjadi, rumah dan tanah mereka habis terdampak bencana,” ujar Tagore.
Dalam kesempatan tersebut, Tagore meminta pihak rekanan menyelesaikan pembangunan Huntap dalam waktu tiga bulan. Menurutnya, lokasi pembangunan relatif mudah dijangkau dan kebutuhan material juga tidak sulit diperoleh.
“Kita berharap pembangunan ini dapat segera diselesaikan, sehingga masyarakat bisa segera menempati Huntap. Dengan adanya hunian yang layak, para penghuni juga dapat memanfaatkan kawasan ini untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Selain pembangunan Huntap di Kecamatan Wih Pesam, Bupati Tagore juga meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan Huntap di sejumlah lokasi lainnya di Kabupaten Bener Meriah.
Ia berharap Presiden Prabowo Subianto bersama pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap masyarakat Bener Meriah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurut Tagore, Bener Meriah merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut. Karena itu, percepatan pembangunan hunian tetap sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.
“Kita berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat menyegerakan pembangunan Huntap-Huntap lainnya di wilayah Bener Meriah,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah pusat, Tagore juga mengharapkan peran para donatur dan lembaga kemanusiaan untuk turut membantu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kita juga berharap kepada donatur seperti Buddha Suci hadir di Bener Meriah, supaya bisa mempercepat masyarakat terdampak keluar dari kesulitan ini,” harapnya.
Lebih lanjut, Tagore menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak bencana di kawasan Uning Mas, Kecamatan Syiah Utama atau Samar Kilang.
“Kita juga akan memperjuangkan masyarakat lainnya yang terdampak bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ginting, pihak rekanan dari Perwakilan PT Silumba Lumba Bintang Sempurna, menyebutkan pembangunan Huntap ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan masa pelaksanaan selama 85 hari kerja.
Bupati Tagore juga mendorong agar kawasan Huntap nantinya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi dapat dikembangkan menjadi kawasan yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
Ia mengusulkan agar di kawasan tersebut tersedia tempat usaha, seperti pusat kuliner, yang dapat dimanfaatkan para penghuni Huntap untuk menambah pendapatan keluarga.
“Lokasi Huntap ini berada di jalan nasional. Tentunya banyak pengguna jalan yang akan melewati kawasan ini. Dengan adanya tempat kuliner, para pengguna jalan dapat mampir untuk menikmati kuliner yang disediakan,” ujar Tagore.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....