Gawai untuk Menenangkan Anak Perlu Dibatasi

  • 19 Sep 2026 14:14 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Memberikan ponsel atau tablet kepada anak kecil agar tenang selama beberapa menit sering menjadi pilihan orang tua, terutama ketika anak sedang rewel atau mengalami tantrum. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut perlu diperhatikan jika dilakukan terlalu sering.

Menyadur Today's Parent, seorang Peneliti dari University of California, Irvine, mengikuti 210 keluarga dengan anak berusia 9 hingga 30 bulan dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychology menemukan bahwa penggunaan ponsel atau tablet untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak berkaitan dengan lebih banyak masalah perilaku dari waktu ke waktu.

Berkaitan dengan Stres Orang Tua

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara tingkat stres pengasuhan dengan frekuensi penggunaan perangkat digital oleh ibu. Peneliti menggambarkan kondisi tersebut sebagai sebuah siklus. Stres orang tua dapat mendorong penggunaan layar untuk menenangkan anak, sementara ketergantungan pada cara tersebut dapat berkaitan dengan munculnya lebih banyak tantangan perilaku pada kemudian hari.

Namun, penelitian ini tidak menyatakan bahwa penggunaan layar selalu buruk bagi anak. Sesekali memberikan tontonan kepada anak dalam situasi tertentu tidak secara otomatis mengganggu perkembangan mereka.

Perhatian utama adalah ketika perangkat digital menjadi cara utama untuk menghadapi setiap tantrum, kebosanan, atau situasi ketika anak sulit tenang.

Anak Perlu Belajar Mengelola Emosi

Menurut peneliti, terlalu sering mengandalkan layar untuk menenangkan anak dapat mengurangi kesempatan anak untuk berlatih mengembangkan kemampuan regulasi diri. Kemampuan tersebut termasuk belajar menunggu, mengalihkan perhatian, menghadapi perubahan aktivitas, serta menenangkan diri dengan bantuan orang dewasa.

Karena itu, orang tua dapat mencoba beberapa alternatif sederhana. Misalnya, memutar lagu kesukaan anak, memberikan camilan, mengajak berjalan menggunakan kereta dorong, menyediakan mainan sensorik, atau mengubah suasana.

Orang tua juga dapat membantu anak mengenali emosinya dengan kalimat sederhana seperti, "Ibu tahu kamu sedang marah."

Tidak Perlu Langsung Menghentikan Layar

Jika penggunaan ponsel atau tablet sudah menjadi bagian dari rutinitas, orang tua tidak perlu merasa telah melakukan kesalahan. Perubahan dapat dilakukan secara bertahap dengan menambah pilihan aktivitas tanpa layar ketika anak mulai rewel atau membutuhkan bantuan untuk menenangkan diri.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perubahan kecil tetap dapat menjadi langkah awal. Bagi orang tua yang kelelahan, langkah sederhana dan realistis dapat menjadi cara untuk membantu anak belajar mengelola emosi tanpa selalu bergantung pada perangkat digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....