Intermittent Fasting 16:8, Efektifkah Menurunkan Berat Badan?

  • 19 Sep 2026 14:13 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menurunkan berat badan tidak selalu dilakukan dengan mengurangi jenis makanan. Salah satu metode yang populer justru mengatur waktu makan, yaitu intermittent fasting atau puasa berselang.

Salah satu metode yang banyak digunakan adalah pola 16:8, yakni berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu delapan jam.

Hasil Penelitian Beragam

Pada sebagian orang, pembatasan waktu makan dapat membuat asupan kalori berkurang sehingga membantu menurunkan berat badan. Penelitian pada 2018 menemukan peserta dengan obesitas yang menjalankan pola 16:8 selama tiga bulan kehilangan hampir tiga persen berat badan.

Penelitian lain yang diterbitkan pada 2023 menunjukkan pola makan berbatas waktu tanpa menghitung kalori dapat memberikan hasil penurunan berat badan yang sebanding dengan pembatasan kalori. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa jumlah kalori yang dikonsumsi lebih berpengaruh terhadap berat badan dibandingkan waktu makan. Artinya, intermittent fasting bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan penurunan berat badan, dilansir dari Today, Sabtu (19/9/2026).

Tetap Perhatikan Makanan

Selama jendela makan, kualitas makanan tetap penting. Pilih makanan kaya protein dan serat, seperti ikan, daging, tahu, kacang-kacangan, sayuran dan buah. Cukupi juga kebutuhan air serta tetap lakukan aktivitas fisik dan tidur yang cukup.

Waktu makan sebaiknya disesuaikan dengan jadwal dan kondisi tubuh. Sebagian ahli menyarankan menghindari kebiasaan ngemil setelah makan malam karena dapat menambah asupan kalori tanpa disadari.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Intermittent fasting tidak dianjurkan untuk anak-anak dan remaja, perempuan hamil atau menyusui, orang dengan gangguan makan, serta mereka yang memiliki berat badan kurang. Penderita diabetes, terutama pengguna insulin, juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan pola puasa.

Jika muncul pusing, mual, berkeringat, sulit berkonsentrasi atau kelelahan, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa.

Intermittent fasting 16:8 dapat menjadi salah satu pilihan pola makan. Namun, pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur cukup dan jumlah asupan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan dan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....