Kepribadian Manusia Dipengaruhi Genetik dan Lingkungan

  • 07 Sep 2026 12:50 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Mengapa ada orang yang mudah bergaul, sementara lainnya lebih nyaman menghabiskan waktu sendirian di rumah? Kepribadian manusia ternyata tidak hanya berkaitan dengan pengalaman hidup, tetapi juga memiliki hubungan dengan faktor genetik.

Psikolog selama ini mengenal lima dimensi utama kepribadian yang disebut Big Five, yakni ekstraversi, keterbukaan terhadap pengalaman, keramahan, neurotisisme, dan conscientiousness atau kecenderungan untuk disiplin serta mengikuti aturan.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 2 September menganalisis data genetik dan kuesioner kepribadian dari lebih dari satu juta orang. Hasilnya, peneliti menemukan lebih dari 1.000 varian genetik yang berkaitan dengan berbagai ciri kepribadian.

Bukan Hanya Satu Gen

Selama bertahun-tahun, psikolog menduga bahwa gen memiliki peran dalam membentuk kepribadian. Namun, penelitian sebelumnya kesulitan menemukan gen tertentu yang secara langsung menentukan sifat seperti ekstrover atau introver.

Menurut peneliti, penyebabnya karena kepribadian merupakan sesuatu yang kompleks. Banyak varian genetik dapat terlibat dan masing-masing memberikan pengaruh yang relatif kecil.

Dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar, penelitian terbaru dapat melihat pola hubungan genetik dan kepribadian secara lebih luas.

Genetik Bukan Penentu Tunggal

Penelitian tersebut menemukan bahwa faktor genetik dapat memprediksi sebagian kecil tetapi signifikan dari variasi kepribadian, hingga sekitar 13 persen.

Artinya, gen memang berperan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang menjadi seperti sekarang.

Lingkungan, pengalaman hidup, pola asuh, hubungan sosial, serta berbagai pengalaman lainnya juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian.

Karena itu, seseorang yang memiliki kecenderungan genetik tertentu tidak otomatis akan memiliki kepribadian yang sama sepanjang hidup atau menurunkannya secara langsung kepada anak.

Kepribadian dan Kesehatan

Peneliti juga melihat adanya hubungan antara kepribadian dan kesehatan. Salah satu contohnya adalah neurotisisme yang selama ini dikaitkan dengan kecenderungan mengalami kecemasan. Kepribadian juga dapat membantu memprediksi perilaku kesehatan tertentu, seperti kepatuhan seseorang dalam mengonsumsi obat atau keputusan untuk mencari bantuan medis.

Penelitian ini bahkan menemukan hubungan antara profil genetik kepribadian dan tempat tinggal seseorang pada usia paruh baya. Mereka yang memiliki kecenderungan keterbukaan terhadap pengalaman lebih tinggi cenderung tinggal di kota-kota kosmopolitan.

Sementara itu, orang dengan tingkat neurotisisme lebih tinggi cenderung tinggal di kawasan pinggiran kota yang relatif makmur.

Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa gen secara langsung menentukan tempat tinggal atau gaya hidup seseorang. Para peneliti menilai hubungan antara gen, kepribadian, dan pengalaman hidup masih jauh lebih kompleks.

Tes Kepribadian Masih Lebih Tepat

Temuan mengenai hubungan genetik dengan kepribadian membuka peluang penelitian baru mengenai bagaimana otak, lingkungan, dan pengalaman hidup membentuk karakter seseorang.

Informasi tersebut juga berpotensi membantu penelitian mengenai risiko kesehatan mental di masa depan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa informasi genetik belum dapat menggantikan pemeriksaan atau tes kepribadian yang telah tervalidasi.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui karakter kepribadiannya, tes Big Five yang telah divalidasi secara akademis masih menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan tes genetik.

Kepribadian manusia pada akhirnya merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor bawaan dan pengalaman hidup. Gen dapat memberikan kecenderungan, tetapi lingkungan dan pengalaman turut menentukan bagaimana kecenderungan tersebut berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....