Ini Delapan Kebiasaan Sehat yang Justru Bisa Berdampak Buruk

  • 23 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menjalani kebiasaan sehat penting untuk menjaga kebugaran dan memperpanjang usia. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, beberapa kebiasaan yang dianggap sehat justru dapat berdampak kurang baik bagi tubuh dan kesehatan mental.

Menyadur Real Simple, ada beberapa kebiasaan yang perlu dilakukan secara seimbang agar manfaatnya tetap optimal.

1. Olahraga Intens Setiap Hari

Olahraga membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan suasana hati, dan mendukung umur panjang. Namun, latihan intens tanpa waktu istirahat dapat meningkatkan risiko cedera, kelelahan mental, gangguan hormon, hingga masalah jantung.

Melansir sumber yang sama, Dr. Zaid Fadul menyarankan sekitar 150–300 menit olahraga intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit olahraga berat. Latihan kekuatan juga dapat dilakukan dua kali seminggu dengan tetap menyediakan waktu istirahat.

2. Terlalu Banyak Tidur

Tidur penting untuk pemulihan tubuh, tetapi terlalu lama tidur secara rutin juga perlu diperhatikan. Tidur lebih dari sembilan jam secara konsisten dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan dan dapat menjadi tanda adanya gangguan seperti depresi atau sleep apnea.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten dan mendapatkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam dapat membantu menjaga ritme tubuh.

3. Terlalu Mengkhawatirkan Kondisi Kesehatan

Terlalu sering memeriksa gejala, membaca berita kesehatan, atau khawatir terhadap penyakit dapat memicu kecemasan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan secara rutin, tetapi di luar itu masyarakat perlu belajar mempercayai kondisi tubuh selama tidak muncul gejala baru yang jelas.

4. Mengutamakan Pekerjaan daripada Hubungan Sosial

Kesibukan dan produktivitas memang penting, tetapi terlalu fokus pada pekerjaan hingga mengabaikan keluarga dan teman dapat meningkatkan risiko kesepian.

Hubungan sosial yang sehat membantu tubuh dan pikiran beristirahat dari tekanan. Meluangkan waktu untuk keluarga, komunitas, kegiatan sosial, atau hobi dapat membantu menjaga keseimbangan hidup.

5. Memaksakan Selalu Berpikir Positif

Tidak semua emosi negatif harus ditekan. Rasa sedih, takut, marah, atau kecewa yang terus dipendam dapat mempertahankan tubuh dalam kondisi stres.

Shari B. Kaplan menyarankan untuk mengenali dan memproses emosi, bukan berpura-pura selalu baik-baik saja.

6. Terlalu Bergantung pada Aplikasi Mindfulness

Aplikasi meditasi dan mindfulness dapat membantu mengelola stres. Namun, ketergantungan terhadap teknologi untuk merasa tenang dapat membuat seseorang kurang mampu mengelola emosi secara mandiri.

Latihan sederhana seperti pernapasan sadar dan teknik grounding dapat dilakukan tanpa bantuan layar.

7. Selalu Berusaha Produktif

Terus bekerja tanpa memberikan waktu untuk berhenti dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan stres. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, jantung, metabolisme, dan hormon.

Karena itu, penting menyediakan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas ringan, mengatur napas, atau sekadar berhenti sejenak dari rutinitas.

8. Terlalu Membatasi Pola Makan

Membatasi makanan secara berlebihan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, kehilangan massa otot, serta meningkatkan risiko osteoporosis dan cedera akibat jatuh.

Ahli gizi Lena Bakovic menyarankan konsumsi makanan yang beragam dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

Sehat Bukan Berarti Berlebihan

Kebiasaan sehat seharusnya membuat tubuh lebih bugar dan pikiran lebih tenang, bukan justru menimbulkan tekanan dan kelelahan.

Karena itu, kunci hidup sehat bukan melakukan semuanya secara maksimal, melainkan menemukan keseimbangan antara aktivitas, istirahat, pola makan, kesehatan mental, dan hubungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....