Polsek Pintu Rime Gayo Pantau Kondisi Warga Terdampak Bencana di Huntara
- 19 Agt 2026 09:22 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Redelong - Polsek Pintu Rime Gayo, Polres Bener Meriah, terus memastikan kondisi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor mendapat perhatian. Salah satunya melalui kegiatan monitoring masyarakat yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Selasa 18 Agustus 2026.
Monitoring yang dilaksanakan personel piket Polsek Pintu Rime Gayo. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Huntara sekaligus memastikan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat dapat berfungsi dengan baik.
Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci, S.H., mengatakan saat ini telah selesai dibangun sebanyak 41 unit Huntara yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Monitoring ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang menempati Huntara mendapatkan tempat tinggal yang layak serta fasilitas dasar yang dibutuhkan,” ujar AKP Suci.
Berdasarkan hasil monitoring, Huntara telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar, di antaranya listrik, air bersih, kompor gas, kipas angin, dan tilam sementara. Selain itu, pembangunan sumur bor yang dikerjakan PT Waskita telah mencapai kedalaman sekitar 60 meter dan telah ditemukan sumber air bersih yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga penghuni Huntara.
Namun, hasil pemantauan di lapangan masih menemukan sejumlah fasilitas yang perlu mendapat perhatian. Sebanyak 26 unit Huntara yang telah ditempati warga disebut belum sepenuhnya layak karena belum tersedia drainase atau saluran pembuangan air yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan berpotensi masuk ke dalam hunian saat hujan turun. Beberapa bagian atap juga ditemukan mengalami kebocoran.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan fasilitas yang masih perlu diperbaiki. Harapannya, seluruh warga dapat menempati Huntara dengan aman dan nyaman,” kata AKP Suci.
Selain memantau kondisi Huntara, personel Polsek Pintu Rime Gayo juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana. Untuk mendukung proses belajar mengajar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah telah menyediakan tenda darurat yang digunakan sebagai tempat belajar siswa dan siswi SD Negeri Uning Mas yang terdampak bencana pada 26 November 2025.
Adapun warga yang saat ini menempati Huntara di Kampung Blang Rakal berasal dari sejumlah desa, yakni Kampung Uning Mas sebanyak 26 KK, Pantan Sinaku 3 KK, Negeri Antara 3 KK, Blang Rakal 3 KK, Wih Porak 1 KK, Pancar Jelobok 3 KK, Bener Meriah 1 KK, dan Alur Cincin 1 KK.
AKP Suci menegaskan, Polsek Pintu Rime Gayo akan terus hadir melakukan monitoring secara berkala guna memastikan keamanan serta kondisi warga yang masih menjalani kehidupan di Huntara.
“Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait akan terus bersinergi. Kami berharap warga tetap bersabar dan bersama-sama menjaga lingkungan Huntara agar tetap aman, bersih, dan nyaman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....