Kecerdasan Praktis, Salah Satu Jenis Kecerdasan yang Lebih Penting daripada IQ
- 14 Agt 2026 17:30 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Selama sebagian besar abad ke-20, kecerdasan manusia banyak diukur melalui tes yang dilakukan dalam kondisi terstruktur, lengkap dengan batas waktu. Kemampuan seperti menyelesaikan pola angka, memecahkan analogi, atau menjawab soal dengan cepat kemudian menjadi ukuran umum untuk menentukan seseorang cerdas atau tidak.
Namun, kemampuan menghadapi kehidupan nyata tidak selalu dapat diukur melalui cara tersebut. Ada keterampilan lain yang juga penting, seperti membaca situasi dalam negosiasi, mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus berhenti, hingga mampu bangkit setelah melakukan kesalahan di depan banyak orang.
Kemampuan tersebut dikenal sebagai kecerdasan praktis, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi situasi nyata yang tidak selalu memiliki jawaban benar atau salah.
Apa Itu Kecerdasan Praktis?
Menyadur dari Psychologytoday, Psikolog sekaligus peneliti Robert Sternberg mengembangkan teori kecerdasan yang dikenal sebagai triarchic theory of intelligence. Menurut teori ini, kecerdasan tidak hanya terdiri dari kemampuan analitis, tetapi juga mencakup kemampuan kreatif dan kecerdasan praktis.
| Baca juga: Jembatan Bailey Bintang Permata Diresmikan |
Jika kecerdasan analitis menguji kemampuan menemukan jawaban yang tepat dari sebuah persoalan yang jelas, kecerdasan praktis berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan ketika informasi yang tersedia tidak lengkap dan setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Contohnya dapat ditemukan di lingkungan kerja. Seseorang mungkin memiliki pendidikan dan prestasi akademik yang sangat baik, tetapi belum tentu mampu menghadapi klien yang marah atau mengambil keputusan ketika rencana tiba-tiba berubah.
Sebaliknya, seseorang dengan pengalaman akademik biasa saja bisa menjadi orang yang paling diandalkan ketika menghadapi masalah yang tidak terduga.
Belajar dari Pengalaman
Salah satu unsur penting dalam kecerdasan praktis adalah pengetahuan tersirat atau tacit knowledge. Pengetahuan ini tidak selalu diajarkan secara langsung melalui buku atau pelatihan, tetapi diperoleh melalui pengalaman.
Misalnya, seorang pegawai baru mungkin mengetahui prosedur resmi untuk mengajukan permintaan kepada atasannya. Namun, setelah beberapa bulan bekerja, ia mulai memahami cara menyampaikan permintaan agar lebih mudah diterima.
Pengetahuan tersebut muncul dari berbagai pengalaman, termasuk melihat reaksi orang lain, mencoba berbagai pendekatan, menerima koreksi, serta belajar dari kesalahan.
Dengan kata lain, kecerdasan praktis bukan sekadar mengetahui apa yang benar, tetapi memahami apa yang efektif dilakukan dalam situasi tertentu.
Kecerdasan Praktis Bisa Dilatih
Kecerdasan praktis bukan kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Kemampuan ini dapat berkembang melalui pengalaman dan kebiasaan mengamati lingkungan.
Beberapa keterampilan yang dapat membantu mengasah kecerdasan praktis antara lain kemampuan membaca situasi, memahami konsekuensi sebuah keputusan, menyesuaikan cara berkomunikasi dengan orang lain, serta cepat mengubah strategi ketika pendekatan sebelumnya tidak berhasil.
Karena itu, pengalaman di satu bidang juga dapat membantu seseorang mengembangkan kemampuan yang berguna di bidang lain.
Seorang guru, misalnya, dapat memiliki kemampuan manajemen konflik yang baik karena terbiasa menghadapi berbagai karakter siswa. Begitu pula seorang musisi yang terbiasa membaca respons penonton dapat memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik.
Yang berpindah bukan sekadar pengalaman spesifik, tetapi kemampuan untuk membaca situasi dan menyusun strategi baru dengan cepat.
Apakah Kecerdasan Praktis Berbeda dari IQ?
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan praktis, kemampuan berpikir umum, dan pengalaman yang telah dimiliki seseorang. Karena itu, belum ada kesimpulan yang sepenuhnya tegas mengenai posisi kecerdasan praktis sebagai kemampuan yang berdiri sendiri.
Meski demikian, satu hal yang cukup konsisten adalah kemampuan membaca situasi nyata dan memberikan respons yang tepat dapat membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menjadi cerdas bukan hanya soal mampu menjawab soal dengan cepat dan tepat. Kemampuan memahami keadaan, belajar dari pengalaman, menyesuaikan diri, serta mengetahui tindakan yang tepat dalam situasi yang tidak terduga juga merupakan bagian penting dari kecerdasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....