Mengenali Emosi Lebih Spesifik Bantu Kelola Perasaan

  • 13 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Pernah merasa hanya bisa mengatakan “aku sedang buruk”, “stres”, atau “tidak baik-baik saja” ketika menghadapi masalah? Psikolog mengatakan, mengenali emosi secara lebih spesifik dapat membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya terjadi dan menentukan respons yang tepat.

Kemampuan tersebut dikenal sebagai emotional granularity, yakni kemampuan membedakan emosi secara lebih terperinci. Misalnya, ketika tidak sengaja menumpahkan kopi ke ponsel teman, seseorang mungkin tidak hanya merasa “buruk”, tetapi juga merasa bersalah karena merusak barang, malu karena membuat situasi canggung, dan cemas hubungan pertemanan menjadi renggang.

Profesor Psikologi dari University of Kansas, Katie Hoemann, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut dapat membantu seseorang menentukan tindakan. Rasa bersalah dapat mendorong seseorang menawarkan untuk mengganti kerusakan, sementara rasa cemas bisa membuatnya mencari kepastian mengenai kondisi hubungan, disadur dari Time, Rabu (12/8/2026).

Mengapa Penting Mengenali Emosi?

Disadur dari sumber yang sama, Psikolog Klinis, Eli Kraiem, ketika seseorang hanya mengenali perasaan sebagai “buruk”, penyebabnya bisa sangat beragam. Bisa karena kesepian, kecewa, malu, marah, atau cemas. Setiap kondisi membutuhkan respons yang berbeda.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan kemampuan membedakan emosi dengan pengelolaan emosi yang lebih baik. Namun, para peneliti menegaskan bahwa kemampuan tersebut bukan solusi instan untuk masalah kesehatan mental. Sebagian besar penelitian yang ada menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat langsung.

Kabar baiknya, kemampuan mengenali emosi secara lebih spesifik dapat dilatih. Salah satunya dengan memperhatikan kata-kata yang sering digunakan, seperti “stres”, “lelah”, “kesal”, atau “buruk”.

Ketika mengatakan “saya stres”, coba tanyakan kembali: Apa sebenarnya yang saya rasakan? Bisa jadi Anda merasa cemas karena belum siap menghadapi pekerjaan, frustrasi karena tidak mendapat bantuan, atau takut mengecewakan orang lain.

Latih Saat Kondisi Tenang

Latihan mengenali emosi dilakukan ketika suasana sedang tenang, bukan hanya ketika sedang marah atau menghadapi masalah besar. Cobalah mengingat satu kejadian emosional setiap hari, kemudian kenali apa yang dirasakan, penyebabnya, dan tindakan yang muncul akibat emosi tersebut.

Mengenali emosi juga dapat dilakukan melalui buku, film, percakapan, maupun berdiskusi dengan orang yang dipercaya. Melihat bagaimana orang lain menggambarkan perasaannya dapat membantu memperkaya pemahaman terhadap emosi sendiri.

Namun, tidak perlu memaksakan diri menemukan banyak jenis emosi sekaligus. Satu kata yang benar-benar menggambarkan perasaan sudah cukup.

Pada akhirnya, memberi nama yang lebih tepat pada emosi bukan berarti perasaan tersebut langsung menghilang. Tujuannya adalah memahami apa yang sedang terjadi sehingga kita dapat memilih respons yang lebih sesuai.

Dengan mengenali apakah kita sedang kecewa, malu, cemas, marah, atau merasa bersalah, masalah yang semula terasa begitu besar bisa menjadi lebih mudah dipahami dan dihadapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....