Bencana Hidrometeorologi Gayo Ungkap Perubahan Lanskap
- 11 Agt 2026 19:27 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Perubahan lanskap dan iklim lokal menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Gayo. Hal tersebut disampaikan Founder Gayo Environmental Conservation (GEC), Zakiyya Ramadhan, dalam Dialog Ruang Komunitas RRI Takengon, Senin, (10/82026).
Zakiyya mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Gayo, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, menjadi bukti nyata adanya perubahan kondisi lingkungan.
Menurutnya, bencana tersebut dipicu oleh pola cuaca ekstrem berupa hujan yang berlangsung terus-menerus selama 8–10 hari. Kondisi itu semakin diperparah dengan berkurangnya daya resap air akibat kerusakan tutupan pohon atau kanopi hutan.
Zakiyya juga mengungkapkan, berdasarkan analisis citra satelit, terdapat lebih dari 1.000 titik longsoran, baik berskala besar maupun kecil, di lanskap Gayo.
Kerusakan tersebut tidak hanya meningkatkan risiko bencana, tetapi juga mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap emisi gas rumah kaca.
Ia menekankan pentingnya menjaga tutupan hutan dan memperkuat upaya konservasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim di wilayah Gayo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....