Bupati Bener Meriah Sidak Pos KM 35, Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Retribusi

  • 09 Agt 2026 19:40 WIB
  •  Takengon

Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KM 35, Minggu (9/8/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut komoditas dan material di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Sidak dilakukan untuk memastikan aktivitas pengangkutan berjalan sesuai ketentuan, termasuk terkait tonase kendaraan, pembayaran retribusi, pengangkutan material alam, serta komoditas yang dibawa keluar daerah.

Dalam pemeriksaan di lapangan, Bupati menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah maupun instansi terkait.

Salah satu temuan dalam sidak tersebut adalah sejumlah truk yang mengangkut material batu sungai. Bupati meminta agar aktivitas tersebut diperiksa secara menyeluruh, mulai dari asal material, legalitas pengambilan, pihak yang mengambil, pemilik material, kendaraan pengangkut, hingga tujuan pengiriman material tersebut.

Tagore menegaskan, pengawasan terhadap aktivitas pengambilan material sungai perlu diperketat agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun potensi kerugian bagi daerah.

Selain material sungai, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kesesuaian tonase kendaraan dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan muatan dinilai penting untuk menjaga ketertiban angkutan sekaligus melindungi infrastruktur jalan dari dampak kendaraan dengan muatan berlebih.

Temuan lainnya berkaitan dengan angkutan komoditas alpukat. Dalam pemeriksaan, salah satu truk diketahui mengangkut sekitar 19,5 ton alpukat. Namun, retribusi yang dibayarkan hanya dihitung untuk sekitar 5 ton, dengan nilai pembayaran sebesar Rp500 ribu.

Bupati menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut karena berkaitan dengan optimalisasi penerimaan daerah.

“Kebocorannya luar biasa. Barang yang diangkut mencapai 19,5 ton, cuma dibayar lima ton. Mirisnya lagi, alpukat yang dibawa masih buah kecil,” ujar Tagore.

Ia menegaskan, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan dan memastikan setiap aktivitas pengangkutan komoditas maupun material di wilayah Bener Meriah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....