Bener Meriah Fokus Tingkatkan Produktivitas Kakao Melalui Pendampingan Petani

  • 05 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mulai mendorong penguatan sektor kakao melalui program pendampingan petani yang menjadi bagian dari Gerakan Kakao Aceh Hebat. Program tersebut menyasar peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, hingga pengembangan hilirisasi kakao sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, saat membuka Sosialisasi Program Pendampingan Petani Kakao di Aula Setdakab Bener Meriah, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Tagore, kakao memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara serius. Karena itu, pendampingan teknis kepada petani dinilai penting agar produksi kakao Bener Meriah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Ia juga meyakini kualitas kakao Bener Meriah sangat baik. Keyakinan tersebut, katanya, didukung hasil uji laboratorium yang pernah dilakukan. Tagore berharap potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui peningkatan budidaya dan komitmen petani dalam merawat kebun kakao.

"Kita ingin kakao kembali menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk olahan cokelat," ujarnya.

Sementara itu, Hendra Syahrial dari Forum Konservasi Leuser (FKL) mengatakan organisasinya sejak 2024 mendapat mandat dari Dinas Pertanian Aceh untuk mendukung upaya mengembalikan kejayaan kakao di Aceh. Menurutnya, potensi kakao masih besar, namun produktivitas dan kualitasnya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, FKL menetapkan Kecamatan Timang Gajah dan Kecamatan Gajah Putih sebagai lokasi prioritas pelaksanaan Gerakan Kakao Aceh Hebat. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kakao yang masih sangat baik dengan kualitas biji yang menjanjikan.

"Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Bener Meriah, kami ingin memastikan potensi kakao yang ada dapat dikembangkan melalui pendampingan kepada petani sehingga produktivitas dan kualitasnya kembali meningkat," kata Hendra.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan PT Asia Cocoa Indonesia, Forum Konservasi Leuser, Yayasan Leuser Internasional, World Resources Institute (WRI), para kepala balai penyuluh pertanian, reje kampung, serta kelompok tani dari wilayah sasaran program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....