Bangun Budaya Siaga Bencana, Aceh Tenggara Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
- 29 Jun 2026 21:21 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Kutacane - Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry memimpin Apel Siaga Bencana yang digelar di Lapangan Pemuda Aceh Tenggara, Sabtu 27 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, unsur terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Apel Siaga Bencana turut dihadiri Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Wakil Ketua II DPR Aceh, Kepala Dinas Sosial Aceh, perwakilan Kapolres Aceh Tenggara, Kasdim 0108/Agara, Ketua MAA, Sekretaris Daerah, pejabat Eselon II dan III, Ketua TP-PKK, Ketua BKMT, Ketua DWP serta mahasiswa dan pelajar.
Dalam sambutannya, Bupati H. M. Salim Fakhry menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Tenggara memiliki kondisi geografis yang unik. Di satu sisi daerah ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, namun di sisi lain juga memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan pada musim tertentu.
"Upaya penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda," ujar Bupati.
Menurutnya, pemuda merupakan harapan besar bagi daerah karena memiliki semangat, keberanian, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Kemampuan beradaptasi yang dimiliki pemuda merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana," ungkapnya.
Melalui Apel Siaga Bencana ini, ia berharap dapat terbentuk kelembagaan yang kuat, terorganisir, disiplin, dan memiliki kapasitas yang memadai sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam edukasi mitigasi bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.
"Kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan saat ancaman bencana datang, tetapi harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai kebencanaan serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi kebencanaan.
Ia berharap momentum Apel Siaga Bencana ini menjadi titik awal untuk semakin memperkuat koordinasi, meningkatkan kompetensi para relawan dan pemangku kepentingan, serta mempererat kolaborasi dalam mewujudkan Aceh Tenggara sebagai daerah yang tangguh menghadapi bencana.
Rangkaian kegiatan ini diisi dengan orasi kebencanaan oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, penampilan Tari Persembahan Siaga Bencana, serta diakhiri dengan penyerahan buffer stock logistik penanggulangan bencana senilai Rp3.041.813.607.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....