Bener Meriah Perkuat Sinergi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • 08 Jun 2026 20:11 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong - Bupati Bener Meriah yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Bener Meriah, Khairmansyah, S.IP., M.Sc., memimpin pertemuan koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan anak, yang berlangsung di Aula UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bener Meriah, Senin 8 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas P3AKB tersebut diikuti oleh perwakilan dinas, badan, kantor, penyuluh, serta guru bimbingan dan konseling dari jenjang SMA, MTsN, SD, dan MIN di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Pertemuan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Dayah, Polres Bener Meriah, Dinas Pendidikan, Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Dinas Sosial, dan RSUD Muyang Kute.

Dalam laporannya, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bener Meriah, Edi Jaswin, S.KM., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada sejumlah regulasi yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Menurut Edi Jaswin, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antar instansi serta pemangku kepentingan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap tindak pidana perdagangan orang.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas penyebarluasan informasi terkait kebijakan dan program perlindungan perempuan dan anak, meningkatkan pengetahuan serta kepedulian masyarakat terhadap isu kekerasan dan perlindungan anak, menyediakan data dan informasi mengenai tren kasus yang terjadi, serta menghimpun berbagai masukan strategis guna memperkuat arah kebijakan dan sinergi program di masa mendatang.

“Materi yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi pencegahan kekerasan terhadap anak dari berbagai aspek, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dari perspektif kesehatan, hukum, serta pendidikan,” ujar Edi Jaswin.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Bener Meriah yang dibacakan oleh Khairmansyah, ditegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen dan kepedulian pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mampu melindungi hak-hak perempuan serta anak.

Ia menyampaikan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, serta perkawinan usia anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama dan penanganan secara terpadu, berkelanjutan, serta melibatkan berbagai pihak.

“Melalui pertemuan ini diharapkan koordinasi, sinergi, dan langkah-langkah strategis antar lembaga serta para pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat dalam upaya pencegahan dan penanganan berbagai persoalan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah. Semoga forum ini mampu melahirkan gagasan, solusi, dan rekomendasi yang bermanfaat demi terwujudnya perlindungan perempuan dan anak yang lebih baik dan berkualitas,” ujar Khairmansyah.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif, sekaligus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....