Satgas Kopi dan Kakao Bersama Bupati Gayo Lues Kunjungi Kutapanjang

  • 10 Mei 2026 17:56 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Blangkejeren- Bupati Gayo Lues hadir dan pimpin langsung Rapat Koordinasi bersama Satgas Kopi dan Kakao wilayah Kecamatan Kutapanjang, Jumat 8 Mei 2026. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Camat Kutapanjang ini merupakan wujud komitmen pimpinan daerah untuk mengawal langsung Program yang di canangkan berjalan sesuai rencana dan distribusi bantuan bibit nantinya benar-benar tersalur sampai tingkat petani.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Koordinator Satgas Kopi dan Kakao Se-Kabupaten Gayo Lues di Umah Pitu Ruang, Rabu (6/5/2026), Bupati telah menegaskan bahwa dirinya akan turun memastikan program strategis Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tidak berhenti di atas kertas.

Bupati Gayo Lues dalam arahannya bahwa Satgas Wajib Kawal Bibit Sampai ke Tangan Petani. Di hadapan Muspika Kecamatan Kutapanjang, Koordinator BPP, penyuluh, dan seluruh anggota Satgas.

“Satgas harus memastikan bibit yang akan disalurkan benar-benar sampai ke petani. Jangan ada yang tercecer, jangan ada yang salah sasaran.” Tegas Bupati.

Penegasan ini dilatarbelakangi laporan distribusi bantuan tahun-tahun sebelumnya yang belum sepenuhnya tepat sasaran. Bupati tidak ingin program strategis Pemkab Gayo Lues terhambat karena lemahnya pengawasan di lapangan.

Khusus komoditas kakao, Bupati merinci empat kecamatan prioritas penyaluran bibit tahap pertama 2026, yaitu Pining, Putri Betung, Tripe Jaya, dan Terangun. Keempat wilayah dipilih karena kesiapan lahan, kelompok tani yang aktif, serta potensi besar kakao di wilayah empat kecamatan tersebut.

“Kita ingin petani di Pining, Putri Betung,Terangun dan tripe Jaya merasakan kehadiran pemerintah. Bibit ini gratis, tapi tanggung jawabnya besar. Satgas wajib buat berita acara serah terima, dokumentasi lengkap, dan laporkan perkembangannya setiap hari,” tegas nya kembali.

Beralih ke kopi sebagai komoditas unggulan Gayo Lues, Bupati menekankan peran vital penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian harus berperan aktif. Jangan hanya duduk di kantor. Turun ke kebun, dampingi petani dari tanam sampai panen hingga pascapanen,” perintahnya kepada Kepala Dinas Pertanian dan seluruh Koordinator BPP se-Kecamatan Kutapanjang yang hadir.

Bupati meminta setiap penyuluh memegang data riil by name by address kelompok tani atau CPCL-nya. Targetnya terukur, peningkatan produktivitas kopi semakin baik.

Disamping itu juga Akses Jalan Kebun Jadi Prioritas Pembenahan. Menjawab keluhan tahunan petani soal sulitnya mengangkut hasil panen, Bupati langsung memberikan solusi.

“Akses jalan ke kebun yang selama ini masih sulit dilalui akan segera kita perbaiki terlebih dahulu meskipun tidak langsung di Aspal.” Jelasnya.

Bupati juga menginstruksikan Dinas terkait segera memetakan ruas jalan produksi pertanian yang rusak parah dan menghambat distribusi pupuk, bibit, serta pengangkutan hasil panen.

“Percuma kita kasih bibit bagus kalau jalannya tidak bisa dilewati. Percuma penyuluh rajin kalau mobil pengangkut pupuk tidak masuk. Jadi jalannya dulu yang kita buka,” ungkapnya.

Program perbaikan jalan kebun ini akan segera dijalankan secara bertahap. Bupati menargetkan akses sentra kopi dan kakao di pedalaman Gayo Lues, termasuk Kutapanjang, bisa diakses dengan mudah baik kendaraan roda dua dan roda empat untuk menunjang percepatan realisasi dan distribusi bibit dan hasil Panen nantinya.

Menutup arahannya, Bupati kembali mengingatkan, “Tiga hal ini saling terkait: bibit sampai, penyuluh aktif, jalan bagus. Kalau tiga ini jalan, petani Gayo Lues pasti sejahtera. Ini bukan kerja saya sendiri, ini kerja kita semua.”

Rapat Koordinasi turut dihadiri Asisten II Stdakab Gayo Lues, Kepala Dinas Pertanian, Koordinator Satgas Kabupaten, Camat Kutapanjang, para Pengulu, serta seluruh anggota Satgas Kecamatan Kutapanjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....