Harapan Kesejahteraan Para Mantan Atlet

  • 05 Sep 2024 14:39 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Kemampuan negara menjamin kesejahteraan mantan atlet menjadi cerminan keberhasilan bangsa menghargai warga negaranya yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa.

Sejumlah mantan atlet masih harus bertanding dalam kehidupan sesungguhnya untuk meraih kesejahteraan. Kemampuan negara menyerap makna kesejahteraan di mata mantan atlet dapat menjadi awal harapan perbaikan dunia keolahragaan nasional.

Di balik gempita hadiah dan bonus yang diterima atlet-atlet berprestasi, sejumlah mantan atlet masih berjuang menggapai hidup sejahtera setelah pensiun.

Seperti mantan atlet pencak silat peraih medali di beberapa kejuaraan, baik skala daerah maupun nasional, Karma Aslia Tarigan atau yang akrab di panggil Ucok Tarigan, yang tinggal di Kampung Bom, kecamatan Lut Tawar menjadi salah satu mantan atlet yang di masa tuanya harus tetap berjuang membanting tulang untuk menghidupi keluarga.

Pada masanya Ucok Tarigan meraih medali emas Kejurda pencak silat di tahun 1972. Kemudian medali emas Porda tahun 1973, serta medali emas Kejurnas pencak silat tahun 1974 dan terakhir medali perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang pencak silat tahun 1977.

Pria kelahiran Asir-Asir , Aceh Tengah pada tanggal 19 September 1957 ini pada saat pelaksanaan Kirab Obor Api PON XXI 2024, di percayakan oleh Pemerintah kabupaten Aceh Tengah sebagai pembawa api Obor PON tersebut.

Meskipun ada rasa bangga bagi Ucok Tarigan, di katakannya itu hanyalah sekedar cerita seremonial saja, terkesan hanya diperlukan pada saat kegiatan tersebut mengharuskan adanya mantan atlet atau legenda olah raga di daerah ini untuk terlihat.

Hal yang paling pokok menurut Ucok adalah pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para atlet yang ada di daerah ini yang telah mengharumkan nama daerah baik itu di tingkat lokal maupun nasional.

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan para atlet lokal maupun mantan atlet sangat penting, sehingga para generasi muda yang sekarang mempunyai minat untuk menjadi olahragawan yang nantinya dapat mengembangkan potensi olahraga di daerah ini.

“Harapan saya kepada pemerintah,jangan lupa kepada atlet-atlet yang ada di Aceh Tengah apapun hadiah berikanlah pekerjaan nya jangan sampai dia menganggur seperti saya ini semoga yang lain itu dipikirkan untuk mendapatkan pekerjaannya,” ujar Ucok Tarigan, saat di temuai RRI di sela kegiatan Kirab Api PON XXI di Aceh Tengah.

Kisah ini bisa menjadi gambaran masih adanya ruang hampa kesejahteraan bagi mantan atlet di masa senjanya. Kondisi ini juga menunjukkan belum kokohnya desain jangka panjang pengelolaan atlet saat masih aktif hingga hari tuanya nanti. Keberadaan atlet yang belum sejahtera menuntut peran negara untuk menjamin kesejahteraan atlet setelah pensiun.

Jaminan kesejahteraan mantan atlet perlu mendapatkan perhatian khusus karena kemampuan hidup layak dan sejahtera merupakan hak dasar seluruh warga negara. Tidak sulit memulai langkah besar ini. Yang perlu dilakukan sebagai awalan adalah mengetahui konsep kesejahteraan di mata mantan atlet. Setelah mengetahui makna kesejahteraan dan kebutuhan untuk hidup sejahtera, pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk mewujudkannya.

Banyak mantan atlet masih harus kerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut tentu jauh dari gemilangnya prestasi mereka saat berlaga di berbagai kejuaraan saat masih aktif sebagai atlet.

Jangan sampai kisah pilu mantan atlet yang terlantar menjadi penghalang bagi generasi muda bangsa untuk menjadi atlet.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....