Mengapa Puasa Ramadhan Begitu Istimewa
- 23 Feb 2026 03:36 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Puasa Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan ibadah-ibadah lainnya. Tidak sedikit yang menyebutnya dengan istilah kekinian, “Why Ramadhan Hits Different”, karena nilai spiritual dan ganjaran yang dijanjikan Allah SWT begitu luar biasa bagi orang-orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan.
Keistimewaan ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsi. Dalam maknanya disebutkan bahwa setiap amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.
Namun Allah SWT berfirman, “Kecuali puasa, karena puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Orang yang berpuasa meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya semata-mata karena Allah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Pernyataan bahwa puasa adalah milik Allah menimbulkan pertanyaan, mengapa puasa disebut secara khusus sebagai milik Allah, padahal seluruh amal ibadah pada hakikatnya juga milik-Nya? Hal ini dijelaskan oleh M. Romli, S.H.I., M.S.I dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan di Pro 1 RRI Tahuna, Senin 23 Februari 2026.
Menurut penjelasan tersebut, keistimewaan puasa terletak pada sisi keikhlasan yang sangat kuat. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menerangkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat jauh dari potensi riya atau pamer di hadapan manusia.
Berbeda dengan ibadah lain yang dapat terlihat secara kasat mata, puasa tidak tampak secara fisik. Seseorang yang sedang berpuasa tidak bisa dibedakan dari orang yang tidak makan karena alasan lain, kecuali jika ia sendiri yang mengatakannya.
Tidak ada tanda khusus yang menunjukkan seseorang sedang berpuasa. Ia bisa saja masuk ke dapur untuk makan dan minum tanpa diketahui orang lain, lalu kembali seolah-olah tetap berpuasa. Namun hal itu tidak ia lakukan.
Mengapa demikian? Karena tujuan orang yang berpuasa bukanlah mencari pujian dari sesama manusia. Ia menahan diri karena kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, dan hanya mengharapkan ridha-Nya semata.
Inilah yang menjadikan Ramadhan terasa berbeda. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan keikhlasan, pengendalian diri, dan pembuktian iman. Maka tak heran jika ibadah ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....