Ciri Seseorang Menggapai Malam Lailatul Qadar
- 15 Mar 2026 13:00 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Dalam program acara dialog ramadhan yang dilaksanakan prosatu RRI Tahuna Kamis, 12 Maret 2026 live dari mesjid As-Syukur Likuang , ustad Hanif Syairafi Wiratama mengatakan ada beberapa ciri seorang hamba telah menggapai malam lailatul Qadar.
Yang pertama adalah suasana atau suhu hari tersebut terasa sejuk, tidak panas dan tidak dingin. Sifatnya terasa tenang mulai subuh hingga malam harinya.
“ Adalah ketika kita selesai subuh, itu terasa suasana suhu daripada subuh itu tidak panas dan tidak dingin. Dia sejuk namun tidak kemudian mengkhawatirkan dalam diri. Sifatnya tenang,”ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan pendekatan jangka pendek yang dirasakan seorang hamba jika mendapatkan malam lailatul qadar.
Sedangkan pendekatan jangka panjang dalam menggapai malam lelatul qadar adalah dengan melihat perilaku setelah selesai daripada bulan ramadhan dengan menyandang gerar "La'allakum tattaqun" orang- orang yang bertaqwa.
“ Orang yang takwa, orang yang senantiasa di bulan ramadhan sering bersedekah, selesai daripada bulan ramadhan ia bersedekah. Orang yang senantiasa melaksanakan solat malam di bulan ramadhan ia istiqomah di dalamnya,”ucapnya.
Dikatakan Ustad, poin besar dari La'allakum tattaqun adalah keistiqomahan yang dibawah saat bulan ramadhan, dibawah setelah bulan ramadhan. Yang berarti berhasil dalam menjalankan ibadah puasa, dan berhasil menggapai malam lailatul qadar.
Dan yang paling terpenting adalah hati menjadi bersih, tenang, tidak gudah gaduh dengan halal yang sifatnya mengotori hati.
“ Maka dalam hal ini ilmu qayyim al-Jauziyah senantiasa jelas bahwasanya pembersihan hati diri adalah ketika senantiasa kita istiqomah melakukan jalan-jalan kebaikan,”kata ustad.
Yaitu jalan yang senantiasa tidak ada garis kotoran dalam hati kita. Maka goals-nya adalah La'allakum tattaqun, yaitu orang-orang yang senantiasa bertakwa. (Ac)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....