Dokter Loris Ingatkan Lima Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Kemarau Panjang

  • 20 Sep 2026 11:39 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Musim kemarau panjang yang sementara melanda kita saat ini perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan masyarakat. Kondisi panas dan kering dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta kesehatan berbagai organ. Oleh karena itu,masyarakat diimbau mengenali berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi muncul selama musim kemarau.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Aprikonus Daud Loris, SpPD, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kondisi lingkungan selama kemarau dapat memicu berbagai penyakit apabila kebersihan dan kebutuhan cairan diabaikan. Upaya pencegahan sejak dini diperlukan agar masyarakat tetap sehat selama menghadapi kemarau panjang.

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Kondisi udara yang kering membuat debu dan partikel halus lebih mudah beterbangan. Paparan debu, kuman, serta partikel tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mengurangi paparan udara berdebu.

Gangguan kesehatan berikutnya adalah diare dan penyakit saluran pencernaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan keterbatasan air bersih serta buruknya sanitasi lingkungan. Makanan dan minuman yang terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pencernaan. Karena itu, perlu memastikan air dan makanan yang dikonsumsi benar-benar bersih dan aman.

Selama kemarau, juga perlu diwaspadai iritasi mata atau konjungtivitis. Debu, angin, dan berbagai partikel di udara dapat menyebabkan mata mengalami iritasi. Keluhan dapat berupa mata merah, berair, gatal, atau terasa tidak nyaman. Paparan debu secara langsung sebaiknya dikurangi, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah.

Penyakit kulit, seperti dermatitis dan infeksi jamur, juga dapat muncul selama kondisi cuaca tertentu. Udara yang panas dan perubahan kelembapan dapat memengaruhi kondisi kulit. Kurangnya cairan tubuh juga dapat menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan kulit. Kebersihan tubuh dan kecukupan cairan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Gangguan lain yang perlu mendapat perhatian adalah dehidrasi dan heat stroke. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat paparan panas berlebihan. Dehidrasi membuat tubuh kekurangan cairan yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Sementara itu, heat stroke merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Dokter Loris mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan selama beraktivitas dalam cuaca panas. Minum secara teratur penting dilakukan, terutama ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat. Masyarakat juga perlu memberikan waktu istirahat yang cukup setelah melakukan aktivitas fisik. Aktivitas berat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan lingkungan.

“Selain menjaga asupan cairan, kita juga perlu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Penggunaan air bersih menjadi penting untuk kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan tubuh. Kita perlu menjaga kebersihan makanan untuk mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan. Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi berbagai risiko kesehatan selama musim kemarau,” kata Dokter Apri

Dirinya mengajak masyarakat tidak mengabaikan berbagai gejala kesehatan yang muncul selama kemarau panjang. Keluhan yang semakin berat atau tidak kunjung membaik sebaiknya segera diperiksakan kepada tenaga kesehatan. Pengenalan gejala sejak awal dapat membantu mendapatkan penanganan lebih cepat. Dengan menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih, kita dapat menjalani musim kemarau dengan lebih aman. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....