Asam Urat Tak Ditangani Sebabkan Kerusakan Sendi dan Terbentuknya Tofus
- 05 Jun 2026 23:20 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Penyakit asam urat yang diabaikan atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur sendi, bahkan membentuk benjolan keras yang disebut tofus atau tofi. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam, yang menjelaskan proses terbentuknya kondisi ini secara mendalam.
Menurut Dokter Apri, asam urat muncul ketika kadar asam urat dalam darah melampaui batas normal, sehingga kristal asam urat mulai mengendap dan menumpuk di jaringan tubuh, termasuk di sekitar sendi tangan, kaki, lutut, dan persendian lainnya.
Secara umum terdapat dua faktor utama yang menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Yang pertama adalah Over Produksi (Produksi Berlebih). Tubuh memproduksi asam urat lebih banyak daripada yang seharusnya. Hal ini sering dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan seperti daging merah, jeroan, makanan kaleng, minuman manis berkarbonasi, serta faktor genetik atau gangguan metabolisme alami tubuh.
Yang kedua, Under Sekresi (Pengeluaran Berkurang). Ginjal tidak mampu membuang asam urat secara maksimal melalui urin. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan cairan, gangguan fungsi ginjal, atau efek samping dari obat-obatan tertentu yang dikonsumsi rutin.
"Ketika penumpukan kristal ini terus berlanjut dan tidak dikendalikan, kristal tersebut akan berkumpul membentuk massa keras yang disebut tofus. Tofus bisa tumbuh di bawah kulit, di sekitar sendi tangan, hingga masuk ke dalam tulang dan tulang rawan," kata Dokter Apri.
Ia menegaskan bahwa keberadaan tofus menandakan kerusakan sendi sudah terjadi dan bersifat permanen.
"Tofus tidak hanya menyebabkan benjolan yang terasa keras dan terkadang nyeri, tetapi juga merusak struktur sendi sehingga penderita akan mengalami keterbatasan gerak, jari tangan menjadi kaku, hingga fungsi sendi hilang sebagian atau seluruhnya," tambahnya.
Untuk mencegah hal tersebut, ia menekankan pentingnya pengelolaan asam urat sejak dini, diantaranya mengatur pola makan dengan membatasi makanan tinggi purin, minum air putih minimal 2 liter setiap hari untuk membantu ginjal membuang kelebihan asam urat. Selain itu, juga menjaga berat badan ideal dan menghindari kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol. Rutin memeriksakan kadar asam urat dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, bukan hanya saat rasa nyeri muncul saja.
"Asam urat adalah penyakit yang bisa dikendalikan. Jangan biarkan menumpuk hingga membentuk tofus yang sulit dibersihkan dan menyebabkan kerusakan sendi yang tidak bisa kembali normal. Segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat sesuai kondisi tubuh Anda," tutup Dokter Apri. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....