Enam Tanda dan Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

  • 31 Agt 2026 23:57 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna — Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi ini membuat seseorang dapat mengalami kadar gula darah tinggi dalam waktu lama tanpa menyadarinya.

Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan masyarakat perlu mengenali sejumlah tanda dan gejala yang dapat menjadi petunjuk awal diabetes.

“Gejala diabetes yang paling sering ditemukan berkaitan dengan tingginya kadar gula dalam darah. Karena itu, perubahan pada kondisi tubuh sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika terjadi terus-menerus,” ujar Dokter Aprikonus Loris.

Berikut enam tanda dan gejala diabetes yang perlu diwaspadai:

1. Sering merasa haus

Rasa haus yang berlebihan atau terus-menerus dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine sehingga cairan tubuh lebih banyak keluar.

2. Sering buang air kecil

Frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari, juga perlu diperhatikan. Menurut Dokter Aprikonus, kondisi ini dapat terjadi karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.

3. Mudah merasa lapar

Penderita diabetes dapat lebih sering merasa lapar meskipun sudah makan. Hal ini terjadi karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optimal sebagai sumber energi.

4. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas

Penurunan berat badan yang terjadi tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik patut diperiksa. Pada kondisi diabetes yang tidak terkontrol, tubuh dapat menggunakan cadangan lemak dan jaringan tubuh sebagai sumber energi.

5. Mudah lelah

Rasa lelah atau lemas yang berlangsung terus-menerus juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Ketika glukosa tidak dapat masuk ke sel dan digunakan secara efektif, tubuh dapat kekurangan energi.

6. Luka sulit sembuh

Luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, terutama pada kaki, dapat berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Diabetes yang tidak terkontrol dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan saraf sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lambat.

Dokter Aprikonus mengingatkan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti menderita diabetes. Beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

“Untuk memastikan diabetes, seseorang perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Jangan hanya mengandalkan gejala,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang memiliki faktor risiko diabetes, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dan penanganan lebih awal penting untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali serta mengurangi risiko komplikasi.

“Jangan menunggu muncul gejala berat baru melakukan pemeriksaan. Semakin dini diabetes diketahui, semakin baik pula upaya pengendaliannya,” pungkas Dokter Aprikonus. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....