Hipertensi Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kerusakan Organ
- 31 Agt 2026 23:08 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna — Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol tidak boleh dianggap sepele. Kondisi yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ vital tubuh.
Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seseorang dapat merasa sehat meski tekanan darahnya terus berada di atas batas normal.
“Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan organ target,” ujar Dokter Aprikonus Loris.
Menurutnya, beberapa organ yang paling berisiko mengalami kerusakan akibat tekanan darah tinggi antara lain jantung, otak, ginjal, mata, dan pembuluh darah. Kerusakan tersebut umumnya berkembang secara perlahan sehingga sering baru diketahui ketika sudah menimbulkan komplikasi. Hal ini juga ditegaskan Kementerian Kesehatan yang menyebut hipertensi berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital.
Pada jantung, tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembesaran jantung, gagal jantung, penyakit jantung koroner hingga serangan jantung.
Sementara pada otak, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.
| Baca juga: Pola Makan Sehat Cegah Kolesterol Asam Urat |
“Ginjal juga sangat rentan. Tekanan darah yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah ginjal sehingga kemampuan ginjal menyaring darah bisa menurun,” jelasnya.
Kerusakan ginjal akibat hipertensi bahkan dapat menciptakan kondisi yang semakin sulit dikendalikan. Ketika fungsi ginjal menurun, tekanan darah dapat menjadi semakin sulit dikontrol dan pada akhirnya memperburuk kerusakan ginjal.
Selain itu, hipertensi juga dapat memengaruhi mata, khususnya pembuluh darah di retina. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah mata dan gangguan penglihatan.
Karena itu, Dokter Aprikonus mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksa tekanan darah.
“Yang paling penting adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Kalau sudah didiagnosis hipertensi, pengobatan dan perubahan pola hidup harus dijalankan secara konsisten,” katanya.
Pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik secara teratur, berhenti merokok, mengelola stres, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Ia menambahkan, pemeriksaan rutin juga penting untuk mengetahui apakah hipertensi sudah mulai memengaruhi organ-organ tubuh. Dengan pengendalian yang baik, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan.
Hipertensi memang sering tidak terasa, tetapi dampaknya bisa serius. Karena itu, mengetahui angka tekanan darah dan mengendalikannya menjadi langkah penting untuk melindungi organ-organ vital tubuh. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....