Penderita Diabetes Disarankan Hentikan Puasa jika Gula Tidak Stabil

  • 20 Mar 2026 05:26 WIB
  •  Tahuna

RRI. Co. Id. Tahuna - Penderita diabetes perlu memperhatikan kondisi kesehatan tubuh saat menjalankan ibadah puasa. Jika mengalami gejala gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia), penderita diabetes dianjurkan segera membatalkan puasa demi mencegah komplikasi yang lebih serius.

Hipoglikemia biasanya ditandai dengan gejala seperti pusing lemas berkeringat dingin gemetar hingga penurunan kesadaran. Sementara itu hiperglikemia dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan sering buang air kecil tubuh terasa lelah serta pandangan kabur.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Andri Wijaya, Sp.PD., menjelaskan bahwa penderita diabetes harus memantau kadar gula darah secara rutin selama menjalankan puasa.

“Jika kadar gula darah turun terlalu rendah atau justru meningkat terlalu tinggi pasien diabetes sebaiknya segera menghentikan puasa. Hal ini penting untuk mencegah risiko komplikasi seperti pingsan dehidrasi hingga gangguan organ,” ujar dr. Andri.

Ia menambahkan bahwa sebelum menjalankan puasa penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan penyesuaian pola makan jadwal obat maupun dosis insulin.

Selain itu pola makan saat berbuka juga harus diperhatikan dengan memilih makanan bergizi seimbang menghindari konsumsi gula berlebih serta memperbanyak asupan serat dan protein.

“Puasa tetap dapat dilakukan oleh sebagian penderita diabetes yang kondisinya stabil namun pengawasan medis sangat penting. Keselamatan kesehatan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dengan pemantauan kesehatan yang baik serta kesadaran untuk segera menghentikan puasa ketika muncul gejala berbahaya penderita diabetes tetap dapat menjaga kondisi tubuh tetap aman selama menjalankan ibadah.(Riko.Tobng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....