Kelumpuhan Sebagai Gejala Kekurangan Garam

  • 28 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Kelumpuhan mendadak ternyata bisa jadi tanda tubuh kekurangan garam atau elektrolit. Kondisi ini tak boleh disepelekan karena risikonya sangat fatal bagi nyawa.

Dokter Aprikonus Loris, spesialis penyakit dalam, mengungkapkan bahaya utama hipokalimia berat. Komplikasi pertama dan paling ditakutkan adalah gangguan pada organ jantung.

"Terjadi gangguan irama jantung, henti jantung mendadak hingga kematian," jelas Dokter Aprikonus. Ini adalah risiko paling serius yang mengancam nyawa penderita.

Bahaya kedua adalah penurunan tekanan darah secara drastis. Kondisi ini bisa membuat tubuh lemas dan mengganggu suplai darah ke seluruh organ vital.

Selanjutnya muncul gangguan neuromuskular pada saraf maupun otot. Akibatnya bisa terjadi kelumpuhan mendadak yang berawal dari ekstremitas bawah atau kaki.

Kelumpuhan itu berangsur naik ke atas hingga menyerang lengan. Bahkan kondisi ini bisa meluas ke saluran pencernaan hingga sistem pernapasan tubuh.

Jika tak tertangani, kontraksi usus akan terganggu parah. Pengeluaran sisa metabolisme jadi terhambat dan menimbulkan endapan hingga sumbatan berbahaya.

Otot pencernaan pun melemah dan mengganggu fungsi buang air. Masalah ini sering dianggap sepele padahal menyimpan risiko kesehatan besar.

Risiko terburuk lainnya adalah paralisis atau kelumpuhan otot pernapasan. Akibatnya fungsi bernapas terhenti dan menyebabkan gagal napas mendadak.

Dokter Apri mengingatkan gejala sekecil apa pun tak boleh diabaikan. Gangguan ringan pada pencernaan bisa jadi tanda kekurangan nutrisi serius.

"Segera periksa ke dokter, ada masalah besar tersembunyi di baliknya," tegas Dokter Aprikonus. Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah risiko fatal.

Masyarakat juga disarankan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Pola makan seimbang cukup elektrolit penting untuk cegah kekurangan gizi. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....