Diabetes Tak Terkontrol Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

  • 31 Mei 2026 21:17 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Diabetes melitus yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya penyakit ginjal kronis yang berpotensi berujung pada gagal ginjal. Kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar gula darah yang terus-menerus merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga kemampuan organ tersebut dalam menyaring limbah tubuh menurun secara bertahap.

Dokter spesialis penyakit dalam, Aprikonus Loris, mengatakan bahwa penyakit ginjal kronis merupakan salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan pada pasien diabetes yang tidak mengendalikan kadar gula darahnya dengan baik.

Salah satu komplikasi daripada diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang adalah penyakit ginjal kronis. Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah di ginjal sehingga fungsi ginjal menurun secara perlahan dan pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi gagal ginjal,” kata Dokter Loris.

Menurutnya, kerusakan ginjal akibat diabetes atau nefropati diabetik sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui adanya gangguan ginjal ketika fungsi organ tersebut sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dokter Aprikonus menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin menjadi langkah penting bagi penderita diabetes untuk mendeteksi dini gangguan ginjal. Pemeriksaan kadar gula darah, fungsi ginjal, serta pemeriksaan urine secara berkala dapat membantu mengidentifikasi kerusakan sejak tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain menjaga kadar gula darah tetap terkendali, ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga tekanan darah tetap normal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan mematuhi pengobatan yang dianjurkan dokter.

Berbagai penelitian dan literatur medis menunjukkan bahwa diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis. Kerusakan ginjal yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan pasien membutuhkan terapi cuci darah (dialisis) atau bahkan transplantasi ginjal pada stadium lanjut.

Karena itu, Dokter Aprikonus mengimbau masyarakat, khususnya penderita diabetes, untuk tidak mengabaikan pengendalian gula darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....