Diabetes Ancam Organ Vital dari Kepala hingga Kaki
- 28 Feb 2026 18:46 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Diabetes sering kali dipahami sebatas kadar gula darah yang tinggi atau rendah. Padahal, menurut Dokter Aprikonus Loris, Sp.PD, dampak penyakit ini jauh lebih luas dan dapat merusak berbagai organ vital dalam tubuh.
“Diabetes bukan sekadar soal gula darah. Yang lebih penting adalah bagaimana dampaknya terhadap organ-organ penting, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki,” ujar Dokter Aprikonus.
Ia menjelaskan, kerusakan akibat diabetes umumnya terjadi karena gangguan pada pembuluh darah dan saraf. Kerusakan pembuluh darah dapat menghambat aliran darah ke berbagai organ, sementara kerusakan saraf membuat fungsi organ tidak berjalan optimal.
Di bagian otak, diabetes meningkatkan risiko terjadinya stroke. Penderita juga dapat mengalami penuaan dini, gangguan penglihatan seperti mata kabur, hingga gangguan pendengaran. Pada area dada, risiko serangan jantung menjadi ancaman serius. Selain itu, organ paru-paru dan saluran pencernaan juga bisa terdampak.
Ginjal termasuk organ yang paling rentan. Kerusakan bisa terjadi akibat gangguan pembuluh darah maupun saraf pada ginjal. Tidak hanya itu, organ genital dan reproduksi pun dapat mengalami gangguan akibat komplikasi diabetes.
Dokter Aprikonus menegaskan bahwa diabetes kerap disebut sebagai “silent heart attack”. Artinya, diabetes menjadi faktor risiko tersembunyi terjadinya serangan jantung mendadak. Hal ini disebabkan kerusakan saraf yang membuat sensasi nyeri saat serangan jantung menjadi samar atau bahkan tidak terasa.
“Karena ada kerusakan saraf, nyeri yang seharusnya muncul saat serangan jantung bisa menjadi kabur. Ini yang membuatnya berbahaya,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi penderita diabetes. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kadar gula darah, tetapi juga deteksi dini kerusakan pada mata, telinga, paru-paru, jantung, ginjal, serta organ vital lainnya.
Edukasi dan konsultasi rutin dengan dokter, baik di praktik pribadi maupun fasilitas kesehatan, menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
“Semakin dini kita mengetahui adanya kerusakan organ, semakin cepat kita bisa mengambil tindakan untuk mencegah dampak yang lebih serius,” tutupnya. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....