Beberapa Penyebab Pangan Luar Daerah Lebih Diminati Daripada Pangan Lokal
- 29 Jun 2026 09:37 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak bisa disalahkan ketika tidak mengkonsumsi pangan lokal dan lebih berminat dengan pangan dari luar daerah karena sejak beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran kebiasaan makan.
"Bukan berarti masyarakat Sangihe tidak mau mengkonsumsi pangan lokal tapi secara akademik analisis kami terjadi pergeseran kebiasaan makan," ujar Akademisi Sangihe Juraid Rumiki, S.E, M.Si kepada RRI.
Menurutnya, sagu dulu menjadi andalan masyarakat Sangihe pada masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan. Sagu dan umbi-umbian menjadi andalan. Ia juga mengatakan pangan lokal saat ini belum cukup naik kelas.
Juraid Rumiki menuturkan ada beberapa konten kreator yang sudah menggemakan masakan dabu sasi yang merupakan pangan lokal dan banyak orang di luar Sangihe senang menandakan bahwa kalau dikemas secara baik produk lokal memiliki kelas.
"Cuma memang belum ada upaya untuk melakukan, hanya dilakukan oleh segelintir orang. Kalau konten kreator paling banyak ketika kontennya bisa dicatat oleh algaritma kalau banyak ditonton menjadi viral sehingga produk lokal seperti dabu sasi banyak disukai orang," ujarnya.
Ia juga menjelaskan penyebab lain dari pangan luar daerah lebih diminati dari pada pangan lokal karena pangan luar daerah memiliki rantai pasok yang kuat. Ketika ada permintaan dari masyarakat prosesnya cepat ia mencontohkan beras yang berasal dari Surabaya dan Parepare.
"Ini kalau dipikir secara bersama sebenarnya kita tidak perlu menyalahkan masyarakat ketika tidak mengkonsumsi pangan lokal tapi itulah adanya ada pergeseran sosial dan lain sebagainya," ujarnya. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....