Karimela : Hilirisasi Riset Salah Satu Bentuk Implementasi Hasil Penelitian
- 30 Jul 2026 22:33 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) kembali melakukan langkah nyata menghubungkan dunia penelitian dengan kebutuhan masyarakat luas. Melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi, Polnustar menyelenggarakan Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Keamanan Pangan. Kegiatan ini dilaksanakan khusus bagi mitra UMKM Kelompok Cahaya Lentera beserta pelaku usaha lain di Kampung Pelelangen, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepada rri.co.id, Ketua Peneliti Program Hilirisasi Riset Prioritas - Dorongan Teknologi, Ir. Ely John Karimela, S.Pi, M.Si, IPM, ASEAN Eng, menjelaskan program ini dirancang agar hasil temuan riset tidak hanya tersimpan sebagai naskah atau publikasi semata. Sebaliknya, berbagai inovasi yang telah dikembangkan berubah menjadi panduan dan teknologi terapan yang berguna langsung. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan produktivitas, menjaga mutu produk, menambah nilai jual, serta memperkuat daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah kepulauan ini. Kelompok Cahaya Lentera yang berfokus pada olahan ikan Pinekuhe Asap Cair menjadi pusat perhatian utama, namun pelaku usaha pembuat aneka kue dan pangan olahan lainnya juga turut hadir berpartisipasi aktif.
"Kami berupaya sungguh-sungguh mentransformasikan hasil penelitian menjadi solusi yang mudah diterapkan pelaku usaha. Fokus kami bukan sekadar menambah wawasan peserta, melainkan mengubah kebiasaan dan cara kerja selama proses produksi berlangsung, “ kata Karimela.
Dirinya berharap UMKM Cahaya Lentera dan rekan lainnya mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan pangan resmi. Hal ini sekaligus memperluas peluang mereka memperoleh izin edar yang dikeluarkan BPOM. Jika standar terjaga dengan konsisten, produk lokal akan semakin siap bersaing di pasar yang jauh lebih luas," jelas Karimela.
Ditegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kerja sama berbagai pihak. Sinergi yang kokoh antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, BPOM, serta pelaku usaha mutlak diperlukan. Oleh karena itu, pendampingan tidak berhenti saat kegiatan pelatihan usai dilakukan. Tim peneliti dan tenaga ahli Polnustar berjanji akan terus mendampingi secara berkala. Harapannya penerapan prinsip CPPOB bukan sekadar tren sesaat, melainkan menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap tahapan pembuatan produk pangan.
Materi yang disampaikan narasumber dari BPOM Sangihe meliputi cara penerapan CPPOB yang benar, pengaturan sanitasi dan higiene tempat kerja, pengendalian risiko pencemaran, hingga teknik pengemasan dan pelabelan yang sesuai aturan. Penekanan juga diberikan pada pentingnya menjaga kualitas produk agar tetap sama dari waktu ke waktu. Langkah ini sekaligus membuktikan posisi Polnustar sebagai perguruan tinggi vokasi di perbatasan utara negara yang terus berbakti membawa kemajuan nyata bagi masyarakat sekitar. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....