Harga Cabe Tembus 180 Ribu, Petani Tetap Kerja Ekstra Siram Tanaman

  • 11 Sep 2026 13:24 WIB
  •  Tahuna

RRI.co.id, Tahuna : Dampak kekeringan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai memengaruhi produksi pertanian dan mendorong kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Komoditas cabai menjadi salah satu yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan.

Terbatasnya hasil panen akibat kondisi cuaca kering tidak sebanding dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat harga cabai di tingkat petani kini mencapai sekitar Rp180 ribu per kilogram.

Petani muda Sangihe, Muslin Mirontoneng, mengatakan kenaikan harga cabai menjadi kabar baik bagi petani karena dapat meningkatkan pendapatan. Namun, tingginya harga tersebut juga harus dibarengi dengan kerja ekstra untuk mempertahankan produksi di tengah dampak El Nino.

“Sekarang walaupun musim panas, setiap pagi dan sore kami menyiram rica. Harganya sekarang Rp180 ribu dari kami petani, sangat luar biasa,” ucap Muslin.

Menurutnya, petani kini harus memastikan tanaman tetap memperoleh pasokan air yang cukup. Penyiraman dilakukan secara rutin, bahkan pada pagi dan sore hari, untuk menjaga tanaman cabai tetap tumbuh dan menghasilkan.

"Kondisi kekeringan turut berdampak pada jumlah hasil panen. Jika sebelumnya seorang petani dapat menghasilkan puluhan kilogram cabai, saat ini hasil sekitar lima hingga sepuluh kilogram saja sudah dinilai cukup baik," ucap Muslin.

Ia berharap tingginya harga cabai dapat menjadi motivasi bagi petani, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Lahan yang dimiliki diharapkan tidak dibiarkan pasif, tetapi tetap dimanfaatkan secara produktif guna memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Sangihe.(Anton)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....