Kreativitas Generasi Muda Jawab Tantangan Globalisasi Digital
- 22 Jan 2026 17:09 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Perkembangan informatika saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses komputerisasi yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi dan pengembangan teknologi. Bidang ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan positif di berbagai sektor kehidupan.
Dalam konteks pendidikan, informatika menjadi ruang yang sangat potensial untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda, khususnya siswa SMA dan SMK sederajat. Melalui pembelajaran informatika, siswa didorong untuk berpikir terbuka dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Generasi muda saat ini dinilai telah memiliki kemampuan dasar yang baik dalam penggunaan teknologi. Tantangan utama bukan lagi pada penguasaan perangkat, melainkan pada bagaimana mengarahkan kemampuan tersebut agar menghasilkan karya yang disiplin, produktif, dan inovatif.
Hal tersebut disampaikan Guru Informatika SMK Negeri 1 Tahuna, Wahyudi Hapit, S.Pd., dalam acara Kita Indonesia di Programa Satu RRI Tahuna, Kamis 22 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa karakter pemuda masa depan tercermin dari pola pikir yang terbuka dalam menerima perkembangan teknologi.
Menurut Wahyudi, regulasi pendidikan saat ini juga semakin mendukung pengembangan kreativitas siswa. Sejak 2025, pemerintah telah memasukkan mata pelajaran baru dalam kurikulum, yakni Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Ia menjelaskan bahwa mata pelajaran KKA sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Materi koding dan kecerdasan buatan dinilai mampu membentuk pola pikir kritis, inovatif, dan kreatif melalui pendekatan berpikir komputasional.
| Baca juga: Siswa SMAN 2 Tahuna Tekuni Seni Tagonggong |
"Dalam pembelajaran KKA, siswa diajarkan bagaimana berpikir secara sistematis seperti cara kerja komputer. Pendekatan ini melatih siswa untuk memecahkan masalah secara bertahap dan terstruktur, sehingga memudahkan mereka dalam menciptakan atau mengembangkan perangkat lunak,"tambahnya.
Saat ini, mata pelajaran KKA masih diterapkan pada jenjang awal, khususnya kelas X. Meski demikian, pembelajaran tersebut menjadi fondasi penting untuk menggali potensi siswa agar mampu menciptakan aplikasi maupun gim yang mendukung kesiapan mereka menghadapi tantangan masa depan.
Wahyudi menambahkan bahwa guru memiliki peran besar dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat. Dengan memanfaatkan referensi digital, internet, serta teknologi kecerdasan buatan, siswa diberi ruang untuk mengeksplorasi potensi diri sehingga lebih mudah berkembang dan menghasilkan inovasi berbasis teknologi.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....