Pendidikan Wujudkan Moderasi Beragama di Sekolah

  • 10 Des 2025 04:13 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna: Peran pendidikan dalam penguatan moderasi beragama dinilai sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang toleran, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam. Sekolah sebagai pusat pendidikan formal dianggap memiliki pengaruh besar dalam menanamkan nilai-nilai moderasi sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan oleh Wahyudi Hapit, S.Pd dalam Program Acara Moderasi Beragama di Prosatu RRI Tahuna, Selasa (9/12/2025). Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan generasi yang mampu hidup harmonis di tengah perbedaan keyakinan.

Menurut Wahyudi, sekolah memiliki peran pertama yakni membangun lingkungan belajar yang inklusif, baik di dalam maupun luar kelas. Lingkungan tersebut memungkinkan peserta didik dari berbagai latar belakang agama untuk saling berinteraksi, memahami, dan menghargai keragaman.

Ia menjelaskan bahwa melalui interaksi yang sehat, siswa dapat membangun sikap saling menghormati serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Kondisi ini dinilai penting untuk mencegah munculnya sikap intoleransi yang dapat berkembang di lingkungan pendidikan.

Wahyudi juga menekankan pentingnya integrasi nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum. Ia menyebutkan bahwa kurikulum saat ini telah memuat materi yang mendorong sikap toleransi, baik melalui mata pelajaran maupun kegiatan diskusi lintas agama.

"Selain itu, berbagai aktivitas pendukung seperti perayaan keagamaan bersama serta kegiatan sosial lintas budaya turut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keberagaman di kalangan pelajar. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai efektif mempererat hubungan antar peserta didik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa membangun karakter siswa juga menjadi aspek penting dalam pendidikan moderasi beragama. Nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati harus terus ditanamkan secara berkelanjutan.

Menurut Wahyudi, pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui pembelajaran formal dan informal yang berpusat pada fitrah manusia. Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang matang secara moral dan sosial.

Melalui peran aktif pendidikan, Wahyudi berharap generasi muda dapat terhindar dari ekstremisme serta mampu menjadi agen pemersatu dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....