Kunjungan Turun Lagi, Pengelola Obyek Wisata Karanganyar Siapkan Jurus Ini

  • 23 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kunjungan wisata di sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Karanganyar kembali normal dan cenderung landai, setelah berakhirnya masa libur sekolah. Kondisi tersebut terjadi terutama di kawasan wisata Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Kemuning.

Pada hari biasa atau weekday, tingkat kunjungan wisatawan cenderung menurun. Sementara pada akhir pekan, sejumlah destinasi utama masih menunjukkan aktivitas kunjungan yang cukup baik, salah satunya Jembatan Kaca Kemuning.

Pengelola destinasi wisata Karanganyar, Ahmad Ridho, mengatakan kondisi kunjungan mulai mengalami penurunan sejak pertengahan Juli 2026 .

Dibandingkan dengan masa libur sekolah, penurunan kunjungan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya tingkat kunjungan ke sejumlah destinasi di Tawangmangu, Kemuning, dan kawasan sekitarnya cukup tinggi, bahkan dinilai lebih baik dibandingkan periode libur sekolah tahun sebelumnya.

Penurunan kunjungan diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Agustus. Hal ini seiring dengan kembalinya aktivitas sekolah dan kesibukan orang tua mempersiapkan kebutuhan anak memasuki tahun ajaran baru.

“Daripada musim liburan penurunan cukup signifikan, Mungkin penurunan bisa 60% gitu ya. Karena musim libur kemarin ini di beberapa destinasi , baik di wilayah Tawangmangu, Kemuning, Ngargoyoso cukup tinggi," ujar Ahmad Ridho sat dihubungi RRI Kamis 23 Juli 2026.

Namun, kondisi tersebut dipandang sebagai siklus yang biasa terjadi dalam sektor pariwisata. Setelah kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan, kunjungan wisata diperkirakan kembali meningkat, terutama mulai sekitar 20 Agustus dan terus bergerak menuju periode high season pada akhir tahun.

Pada masa weekday, wisatawan yang datang ke Karanganyar didominasi wisatawan lokal dan regional dari wilayah Solo Raya serta Jawa Tengah. Selain itu, terdapat pula kunjungan dari berbagai kelompok, seperti rombongan sekolah, komunitas, hingga kelompok masyarakat yang menggelar kegiatan arisan dan gathering.

Memasuki Agustus hingga September, pasar wisata kelompok diperkirakan masih mendominasi. Sementara mulai Oktober hingga November, kunjungan dari kalangan korporasi diperkirakan ikut meningkat.

Menghadapi masa low season, pengelola destinasi wisata tidak hanya menunggu peningkatan kunjungan. Berbagai strategi disiapkan untuk menjaga daya tarik sekaligus mempersiapkan destinasi menghadapi musim ramai berikutnya.

Salah satunya dengan memanfaatkan masa low season untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan destinasi setelah tingginya aktivitas selama libur sekolah.

“Di momen low season, di pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus ini, artinya kurang lebih 1 bulan ini kami yang pertama kami maksimalkan dengan maintenance perawatan," ucap Ahmad.

Selain itu, pengelola juga melakukan sales call dan membangun jejaring dengan berbagai kelompok, khususnya sekolah dan komunitas. Langkah tersebut diharapkan mampu mendatangkan kunjungan setelah pertengahan Agustus hingga akhir tahun.

Strategi lainnya dilakukan melalui program promosi dan pemberian diskon. Sejumlah destinasi menawarkan promo makanan dan minuman di restoran maupun kafe, potongan harga penginapan, hingga bundling tiket masuk yang lebih murah dibandingkan harga normal. Program promo tersebut direncanakan berlangsung hingga menjelang pertengahan Agustus. (Lidia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....