Minim Inovasi Jadi PR Wisata Grojogan Sewu Karanganyar

  • 10 Jul 2026 22:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kabupaten Karanganyar tengah menghadapi tantangan dalam sektor pariwisata. Pada periode libur Lebaran 2026, Karanganyar tercatat berada di peringkat 25 dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dalam jumlah kunjungan wisatawan.

Padahal selama bertahun-tahun daerah ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menilai perubahan pola perjalanan wisata masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan. Wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang dekat dengan akses jalan tol dan memiliki waktu tempuh lebih singkat.

Meski demikian, kawasan Tawangmangu dan Ngargoyoso masih menjadi magnet wisata utama. Bahkan sejumlah destinasi baru seperti Tasikmadu Heritage, kawasan wisata Jenawi, hingga Candi Cetho mulai menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung.

Sorotan justru mengarah pada destinasi legendaris Grojogan Sewu yang dinilai mulai kehilangan daya tariknya. Selain harga tiket yang relatif tinggi bagi wisata keluarga, akses menuju air terjun yang cukup jauh dan menanjak juga menjadi pertimbangan wisatawan untuk berkunjung.

“Kita harus jujur. Ini kan juga masukan dari semua warga, semua netizen. Masukan kita terima semua. Ini kita olah. Karena kalau tidak ada masukan warga, kita kan enggak bisa introspeksi diri," ungkap Yopi Eko Jati Wibowo, saat dialog interaktif di RRI Jumat 10 Juli 2026.

Tidak hanya itu, keberadaan populasi monyet yang semakin banyak turut memengaruhi kenyamanan pengunjung. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya inovasi wisata yang ditawarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Karanganyar, Joko Sutrisno, menilai wisata modern tidak lagi sekadar menjual pemandangan, melainkan pengalaman dan kesan yang membuat wisatawan ingin kembali datang.

Menurutnya, destinasi wisata perlu menghadirkan pembaruan secara berkala, mulai dari penambahan spot foto, atraksi baru, hingga peningkatan kualitas pelayanan dan penerapan Sapta Pesona.

“Kita harus akui kurang improvisasi, kurang inovasi dari pengelola untuk membuat warga menarik datang, menata lokasi serta berimprovisasi," ucap Joko Sutrisno.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama pelaku wisata kini berupaya memperkuat promosi digital melalui kolaborasi dengan konten kreator dan media sosial. Namun promosi saja dinilai tidak cukup.

Karanganyar membutuhkan inovasi agar destinasi-destinasi lama seperti Grojogan Sewu tidak hanya hidup dari nostalgia, tetapi kembali menjadi tujuan wisata yang relevan bagi generasi wisatawan masa kini. (Lidia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....