Sasar UMKM-Wisata, BPR BKK Jateng Buka Kantor Kas di Terminal Tawangmangu
- 15 Jul 2026 16:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - PT BPR BKK Jateng Perseroda secara resmi memulai pembangunan Kantor Kas Tawangmangu yang berlokasi di sisi barat Terminal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Langkah strategis ini ditandai dengan seremoni pemotongan tumpeng serta peletakan batu pertama bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 15 Juli 2026.
Pembangunan kantor kas di kawasan terminal tipe B ini merupakan bagian dari upaya mendukung program strategis Gubernur Jawa Tengah, khususnya dalam memperkuat ekosistem pariwisata. Kehadiran lembaga keuangan milik daerah tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan akses perbankan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil.
"Terdorong oleh status kami sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) keuangan Provinsi Jawa Tengah, tentunya kami mendukung penuh program Pak Gubernur. Di mana salah satu pemilihan lokasi di Tawangmangu ini adalah untuk menyongsong tahun depan dalam mendukung sektor pariwisata," ujar Direktur Utama PT BPR BKK Jateng Perseroda, Rudi Wahyu Triyanto.
Rudi menjelaskan potensi ekonomi di kawasan lereng Gunung Lawu ini sangat luar biasa berkembang. Integrasi antara aktivitas pariwisata dan geliat perdagangan lokal memerlukan dukungan modal serta sistem transaksi keuangan yang cepat dan tepercaya.
"Dan Tawangmangu merupakan salah satu daerah wisata tujuan utama di Provinsi Jawa Tengah dan tentunya kehadiran kami di sini akan melengkapi layanan perbankan dengan lebih mengutamakan pada sektor UMKM. Di mana 85 persen sektor yang kita biayai di BPR Jateng ada di sektor UMKM," katanya.
Langkah ekspansi ini juga merupakan wujud nyata pemanfaatan aset pemerintah yang saling menguntungkan. Dirut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah atas kelancaran sinergi pemanfaatan lahan ini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada dinas yang mengizinkan kami untuk memanfaatkan aset milik Pemprov Jawa Tengah di Dinas Perhubungan ini untuk menjadi kantor kas kami. Dan ini mungkin tidak berhenti di sini, kami berharap kami dengan Dinas Perhubungan juga akan bisa memanfaatkan aset-aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di terminal-terminal yang lain," ujar Dirut.
Optimisme Rudi juga didasarkan pada tingkat keramaian di sekitar Terminal Tawangmangu yang sangat tinggi, khususnya saat akhir pekan. Hal ini dinilai sebagai peluang emas bagi pelaku UMKM di dalam terminal untuk naik kelas dengan dukungan pendampingan dari BPR BKK.
"Dengan lokasi yang sangat strategis di terminal, dan saya tahu persis hari Sabtu Minggu ini kayak pasar, atau car free day. Nah, saya sangat mensyukuri kita diberi kesempatan hadir di lokasi yang sangat strategis ini. Dan ini bisa menjadi salah satu manifestasi BPR Jateng dan Jawa Tengah yang hadir di Tawangmangu," ucapnya.
Disinggung mengenai target pengerjaan, Rudi menginginkan akselerasi fisik bangunan agar layanan transaksi bagi masyarakat sekitar dapat segera dibuka. Kantor baru ini nantinya akan tercatat sebagai jaringan kantor kas ke-104 bagi BPR BKK Jateng, sekaligus kantor kas ke-6 yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karanganyar.
"Kami berharap di triwulan ketiga ini kita sudah bisa beroperasi. Tadi dari pihak pengembang berharap dua bulan bisa selesai, tapi saya targetnya lebih cepat dari dua bulan. Iya, jadi kami berharap sebelum operasional fisik siap, kita akan hadirkan layanan mobil kas keliling dulu di sini untuk menjembatani transaksi warga sampai nanti kita buka operasional resminya," ujar Rudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Jatmiko, menyambut baik kolaborasi sinergis ini. Penempatan kantor kas dinilai sangat sejalan dengan visi Dishub untuk mentransformasikan terminal dari sekadar tempat naik-turun penumpang menjadi pusat kegiatan ekonomi multifungsi.
"Kita memang mendorong semua terminal agar bisa termanfaatkan. Terminal tipe B itu kan hanya bekerja sampai dengan jam 6 sore. Kalau kita bisa manfaatkan aset ini untuk mendapatkan PAD, tentu saja ini akan baik bagi pemerintah. Bentuk-bentuk yang seperti itu kami memang sengaja bekerja sama dengan BPR BKK," kata Kadishub Jateng.
Arif menambahkan optimalisasi aset terminal di malam hari terbukti ampuh mengubah citra terminal yang dulunya dianggap menyeramkan menjadi pusat kuliner malam yang ramai dikunjungi wisatawan. Melalui pemanfaatan aset yang produktif, pendapatan daerah dapat terus digenjot untuk menyokong pembangunan.
"Saya meminta kepada teman-teman aset kita dioptimalkan. Dishub-nya boleh tidur lah karyawannya, tapi asetnya suruh kerja karena dengan seperti ini pendapatan kita bisa meningkat. Kami juga sudah menawarkan kerja sama dengan BPR di 22 terminal lain yang akan difungsikan menjadi terminal multifungsi," ujar Arif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....