Sukaria Jawa Jawi 2026 Perkuat Langkah Solo menuju Wellness City 2030

  • 26 Jun 2026 22:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Mengusung budaya Jawa sebagai daya tarik utama Kota Solo terus memperkuat langkah menuju Wellness City 2030 melalui berbagai agenda budaya, salah satunya Sukaria Jawa Jawi 2026.

Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bonita Rintyowati, mengatakan Sukaria Jawa Jawi 2026 dikemas sebagai Pekan Kebudayaan Daerah dengan konsep yang lebih interaktif. Pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan seni, tetapi juga dapat mengikuti berbagai aktivitas berbasis budaya seperti belajar membuat jamu dan boreh, jamasan pusaka, pembacaan wuku, hingga menikmati ruang-ruang bernuansa Jawa yang dipadukan dengan konsep modern.

“Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Dalam tiga hari pertama penyelenggaraan, tercatat sekitar enam ribu pengunjung hadir di Dalem Joyosuman, “ungkap Bonita dalam dialog interaktif di RRI Jumat 26 Juni 2026.

Menurut Bonita, jumlah tersebut menjadi capaian yang belum pernah diraih pada penyelenggaraan event lokal sebelumnya. Bahkan sejumlah kegiatan seperti membatik dan membuat lulur telah dipenuhi peserta hingga harus membuka daftar tunggu.

Tak hanya menjadi agenda tahunan, Sukaria Jawa Jawi juga menjadi bagian dari program Solo Art and Cultural Trip atau SALT, yakni paket wisata budaya selama tiga hari dua malam yang mengajak wisatawan menikmati berbagai aktivitas di museum dan rumah budaya, mulai dari tempa keris, yoga, dolanan lempung, hingga pertunjukan seni.

Sementara itu, Pengamat Kepariwisataan Universitas Sebelas Maret, Doktor Deria Adi Wijaya, menilai Solo memiliki peluang besar menjadi destinasi wellness bertaraf internasional. Menurutnya, budaya Jawa menyimpan banyak tradisi yang mendukung kesehatan fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga dapat dikemas menjadi produk wisata yang unik dan tidak dimiliki banyak daerah.

Namun, ia mengingatkan keberhasilan mewujudkan Solo sebagai Wellness City tidak cukup hanya mengandalkan event.

“Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyediaan ruang publik yang nyaman, penguatan komunitas budaya, hingga pengembangan paket wisata yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Solo,” jelas Deria .

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha, Solo optimistis mampu mewujudkan target menjadi Wellness City pada 2030, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota budaya yang menghadirkan pengalaman wisata sehat, autentik, dan berkelanjutan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....