Kota Salatiga dan Keunikannya
- 02 Mei 2026 21:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Salatiga merupakan kota kecil yang tertua di Jawa Tengah, terletak di lereng Gunung Merbabu, menawarkan suasana sejuk dan pemandangan indah. Dikenal sebagai salah satu tempat paling toleran di Indonesia, Salatiga menghidangkan kombinasi sejarah, keberagaman budaya (miniatur Indonesia), kuliner terkenal, dan atmosfer yang damai. Keistimewaan Salatiga,
Menurut laporan dari @Good News From Indonesia, asal mula kota ini tercatat dalam Prasasti Plumpulang. Berdasarkan prasasti yang dibuat dari batu andesit besar, Salatiga telah ada sejak tahun 750 M.
Prasasti ini mengatur status tanah perdikan, yang merupakan penghargaan khusus dari raja untuk daerah yang memberikan kontribusi. Teks prasasti ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang berbunyi Srir Astu Swasti Prajabyah atau Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Semua. Para sejarawan percaya bahwa masyarakat Hampra telah memberikan kontribusi kepada Raja Bhanu yang memerintah di Salatiga. Prasasti ini menjadi landasan berdirinya Hampra sebagai daerah perdikan dan menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Jadi Salatiga.
Menariknya, Salatiga terkenal dengan sebutan mini Indonesia, bukan tanpa alasan, karena keunikannya. Dalam sejarahnya, kota Salatiga dulunya adalah tempat persinggahan bagi bangsa Belanda untuk beristirahat sejenak dari aktivitas mereka.
Secara nyata, Salatiga dihuni oleh beragam suku, agama, dan budaya dari seluruh Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari bentuk arsitekturnya yang beragam, mulai dari rumah adat Jawa, klenteng Tionghoa, hingga gereja. Toleransi dan semangat persatuan antarumat beragama sangat terjaga dengan baik di kota ini.
Salatiga pada awalnya dikenal sebagai Staat Gemeente berdasarkan Staatblad 1923 No. 393. Namun, status ini dibatalkan oleh Undang-Undang No 17 tahun 1995 yang mengatur pembentukan daerah kecil di Jawa. Dalam pemerintahan administratif, luas Salatiga mencapai 17,82 kilometer persegi. Sekitar 75 persen dari kawasan tersebut merupakan wilayah perkotaan, sehingga dianggap tidak efisien.
Tak hanya itu, Salatiga juga disebut mini Indonesia karena populasi penduduknya yang beragam, bukan hanya dari Pulau Jawa, tetapi juga ada dari Sabang hingga Merauke. Keberagaman ini sebagian besar berkat keberadaan Universitas Kristen Satya Wacana yang berada di kota ini. Dengan keindahan, kesejukan, keramahan, dan keragaman yang dimiliki Salatiga, masyarakat setempat enggan meninggalkan kota ini dan selalu merindukan Salatiga.
(Syurie Ariandani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....