Sensasi Manis Melon Xinjiang di Bumi Sukowati, di Momentum Wisata HUT ke-81 RI

  • 16 Agt 2026 06:52 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Wisata petik buah di green house melon, Dukuh Singopadu RT 006, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, dibuka selama tiga hari mulai Senin 17 Agustus 2026, menawarkan buah melon kualitas premium dari Xinjiang, Tiongkok.

RRI.CO.ID, Sragen - Semilir angin pedesaan Dukuh Singopadu RT 006, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, membawa aroma manis yang menggoda. Di balik bangunan megah berdinding jaring putih seluas 500 meter persegi, deretan tanaman melingkar rapi memperlihatkan buah-buah melon berbobot ranum yang menggantung anggun.

Di tempat inilah Andi Novianto, pemuda 34 tahun, membuktikan bahwasanya inovasi pertanian tak pernah habis akal. Menyambut momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Andi bersiap menggelar hajatan manis: membuka green house budi daya melon premiumnya untuk wisata petik buah langsung selama tiga hari, mulai Senin 17 Agustus 2026.

Bukan sekadar melon biasa, varietas yang ditanam Andi adalah Sweet Hami, buah eksotis yang berakar dari Xinjiang, Tiongkok. Di atas hamparan media tanam pasir dengan sistem pengairan otomatis, sebanyak 800 batang melon berumur 65 hari kini siap dipanen.

"Pemilihan media tanam pasir ini sengaja kami pilih karena jauh lebih tahan hama dan kebal penyakit," ujar Andi sembari tersenyum puas melihat buah jempolannya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Menariknya, Sweet Hami punya sihir tersendiri. Berbeda dari melon lokal yang cepat membusuk setelah dipetik, melon Xinjiang ini justru semakin nikmat seiring berjalannya waktu. Jika disimpan di dalam kulkas selama 2–3 hari, rasa manis dan tekstur renyahnya (crunchy) malah bertambah segar.

Untuk panen perdana ini, Andi mencatat keberhasilan yang terbilang gemilang. Sekitar 60% hingga 70% buah yang dihasilkan masuk dalam kriteria Grade A dengan bobot rata-rata 1,5 hingga 2 kilogram per buah.



Wisatawan yang datang saat libur kemerdekaan dapat memetik langsung buah favorit mereka dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram, tergantung kelas kualitasnya.

Geliat pertanian modern ini pun disambut hangat oleh Kepala Desa Singopadu, Heru Tarwoco. Menurutnya, Singopadu kini tengah bersolek menjadi kantong budi daya melon premium. Dari 12 green house yang berdiri di desa tersebut, tujuh di antaranya dikelola oleh tim Andi.

"Pangsa pasarnya menjangkau kalangan menengah ke atas dan permintaannya sangat tinggi, terutama dari kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Solo. Dengan dibukanya wisata petik buah ini, masyarakat umum bisa menikmati pengalaman memetik sendiri dan membeli secara eceran," tutur Heru.

Heru juga membagikan sedikit rahasia bagi para pengunjung yang ingin berburu melon kualitas terbaik pada momentum HUT RI nanti. "Cari yang kulitnya ada semburat kemerah-merahan. Itu tandanya tingkat kemanisannya sempurna, kadar gulanya bisa mencapai 15 persen," ucapnya ramah.

Meskipun investasi awal pembuatan green house membutuhkan modal tak sedikit, sekitar Rp175.000 per meter persegi untuk rangka bambu hingga Rp210.000 untuk rangka besi, potensi bisnis ini dinilai sangat menjanjikan. Dengan ketahanan struktur besi yang mencapai 10 tahun, modal biasanya sudah gulung tikar alias kembali modal pada panen keenam.

Kini, green house Singopadu bukan lagi sekadar tempat bercocok tanam, melainkan wujud kemerdekaan berpikir para petani muda Sragen. Memetik Sweet Hami langsung dari tangkainya di hari kemerdekaan jelas menjanjikan sensasi perayaan yang berbeda, manis, renyah, dan penuh kebanggaan lokal. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....