Dongkrak Wisatawan Libur Lebaran Sragen Luncurkan Challenge "Passport Javamen"
- 24 Mar 2026 10:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) membuat terobosan baru untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Pemkab resmi memperkenalkan program Passport Javamen, sebuah tantangan wisata paralel yang mengajak pelancong menjelajahi berbagai destinasi unggulan di Bumi Sukowati.
Kepala Disparpora Sragen, Yusep Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya kolaboratif untuk menyatukan seluruh potensi wisata, mulai dari destinasi milik pemerintah, desa wisata, hingga sektor swasta.
"Kami merangkul semua pihak, termasuk teman-teman dari Abi Wisra (Asosiasi Biro Wisata Sragen), agar bersinergi memasarkan apa yang ada di Sragen. Trigger-nya adalah program Passport Javamen ini," ujar Yusep saat ditemui media Minggu 22 Maret.
Passport Javamen didesain sebagai tantangan berantai. Wisatawan diwajibkan mengumpulkan stempel di tiga titik utama untuk mendapatkan predikat sebagai "Javamen Sejati".

Adapun rutenya atau titik awal (Museum Sangiran). Wisatawan memulai perjalanan di Sangiran untuk melihat koleksi purbakala (something to see). Setelah masuk, pengunjung akan mendapatkan paspor dan stempel pertama.
Lantas ke Pasar Bahula. Di lokasi tersebut wisatawan diajak menikmati suasana tradisional dan lahan gamelan untuk mendapatkan stempel kedua.
Sentra Industri Kreatif Kemplong (SIKK). Lokasi ini sebagai titik final, wisatawan wajib membeli produk lokal seperti souvenir atau batik Sragen (something to buy) untuk mendapatkan stempel terakhir.
Yusep menambahkan bahwa paspor ini tidak hanya berisi tantangan, tetapi juga berfungsi sebagai peta wisata digital yang mencakup seluruh objek di Sragen, mulai dari Pemandian Air Panas Bayanan hingga penginapan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perhotelan, seperti Front One dan lainnya, untuk merangkai ekosistem ini. Jadi, pemegang paspor yang sudah memenuhi tantangan bisa mendapatkan fasilitas khusus, seperti kredit atau diskon menginap," katanya.
Program Passport Javamen ini diberlakukan resmi pada masa libur Lebaran 2026. Meskipun partisipasi dalam tantangan ini bersifat gratis (tidak dipungut biaya pendaftaran paspor), wisatawan tetap diwajibkan membayar tiket masuk reguler di setiap destinasi yang dikunjungi.
Bagi wisatawan yang berhasil menyelesaikan seluruh tantangan dan mengumpulkan stempel lengkap, Pemkab Sragen telah menyiapkan berbagai merchandise menarik dan bonus khusus dari para mitra pelaku usaha wisata.
"Pintu masuk utamanya adalah Sangiran. Jika ada keluarga yang ingin ikut tantangan, silakan ambil paspornya di sana dan nikmati petualangan menjadi Javamen di Sragen," ucap Yusep. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....