Boyolali Perkuat Ekosistem-Pariwisata Melalui Peluncuran Desa Wisata Terintegrasi-Cepogo
- 18 Des 2025 20:44 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali : Pemkab Boyolali melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus memacu pengembangan sektor pariwisata berbasis desa. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan Desa Wisata Terintegrasi Cepogo yang terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Desa Wisata Cepogo menawarkan konsep terintegrasi yang memadukan keindahan alam dengan ekonomi kreatif warga.
Sejumlah destinasi unggulan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun luar daerah, mulai dari wisata edukasi pengelolaan sampah, pusat kerajinan logam, hingga berbagai produk UMKM berbasis masyarakat.
Kepala Desa Cepogo, Mawardi, menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata ini dilakukan secara kolaboratif. Selain melibatkan pelaku UMKM dan dukungan pemerintah daerah, proyek ini juga menggandeng perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri).
“Desa wisata terintegrasi ini pada intinya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Cepogo,” ujar Mawardi usai acara peluncuran (launching) Desa Wisata Terintegrasi Cepogo pada Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan tahap awal di tingkat desa dan direncanakan akan dikembangkan hingga skala kecamatan di masa depan. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah rute jip wisata yang melewati bengkel kerajinan logam, pasar sayur, hingga lokasi pengelolaan sampah.
"Harapannya, pasar sayur ke depan bisa menjadi pusat oleh-oleh bagi wisatawan. Terlebih di sini sudah ada objek wisata Boyolali Cheese Park, sehingga semua bisa terintegrasi," tambahnya.
Dukungan akademisi juga turut memperkuat sektor produksi lokal. Zainal, akademisi dari UNS, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Unisri dalam mengembangkan mesin teknologi tepat guna berupa Fiber Laser Casting. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengrajin logam meningkatkan kapasitas produksi tanpa menghilangkan nilai seni lokalnya.
"Nilai seni lokal pengrajin Cepogo tetap dipertahankan. Kami masuk melalui dukungan teknologi tepat guna agar ke depannya lokasi ini bisa menjadi pusat wisata edukasi yang mumpuni," kata Zainal.
Dengan sinergi antara potensi alam, kreativitas masyarakat, dan dukungan teknologi, Desa Wisata Cepogo diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.. (Kisno/Rill)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....