Arkeolog Dr.Hascaryo Tutup Usia Saat Penelitian di Sangiran
- 22 Agt 2025 16:29 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Kabar duka datang dari kalangan arkeolog Indonesia. Alumnus Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dr.Agus Tri Hascaryo meninggal dunia di kawasan Situs Manusia Purba Sangiran.
Pembimbing kegiatan Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) 2025 di Situs Purbakala Sangiran itu meninggal dunia di penginapannya atau rumah warga Manyarejo Kecamatan Plupuh, Sragen, pada Selasa (19/20/2025) malam.
Informasi yang dihimpun, Dr.Hascaryo merupakan dosen UII dan salah satu pembimbing utama dalam kegiatan ini. Arkeolog senior ini tutup usia sehari sebelum kegiatan PATI 2025 berakhir diduga akibat serangan jantung.
Penanggungjawab Museum Sangiran Marlia Yulianti Rosyidah mengungkapkan, Agus Tri Hascaryo meninggal di rumah warga yang menjadi tempatnya menginap bersama para peserta lainnya.
"Beliau meninggal di rumah warga, tempat para peserta PATI menginap. Dari tanda-tanda yang ada, kemungkinan beliau mengalami serangan jantung karena sempat pingsan dan mengeluhkan sakit di dada kiri," terang Marlia, Jumat (22/8/2025).
Pihaknya menyampaikan kegiatan PATI 2025 di Situs Sangiran berlangsung selama dua minggu, mulai 5 hingga 20 Agustus 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Arsari bersama enam universitas yang memiliki jurusan arkeologi di Indonesia.
Peserta di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Halu Oleo (Unhal). Sebanyak 60 lebih peserta, yang merupakan perwakilan dari universitas-universitas tersebut, turut serta dalam kegiatan ini.
Menurut Marlia, meninggalnya Agus tidak mengganggu jalannya kegiatan karena terjadi di penghujung acara. "Kejadiannya sudah di akhir-akhir kegiatan. Kegiatan bimbingan beliau juga sudah selesai," ujar dia.
Penutupan kegiatan PATI 2025 sendiri telah dilaksanakan pada 20 Agustus, bertepatan dengan hari terakhir kegiatan. Wafatnya arkeolog saat penelitian di situs manusia purba ini menjadikan suasana haru saat penutupan kegiatan penelitian.
Sementara itu, warga Sangiran Subur mengaku kehilangan atas kepergian Dr.Hascaryo. "Saya mengenalnya cukup lama dan Agus adalah sosok yang punya dedikasi untuk arkeologi," ucap dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....