Tarif Sewa Lapak Sekaten 5 Juta, Pedagang Kecil Pilih Libur Jualan
- 28 Jul 2026 21:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kenaikan tarif sewa lapak pada perayaan sekaten di kawasan Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta dikeluhkan pedagang kecil. Biaya sewa yang mencapai Rp 5 juta untuk lapak berukuran 3x3 meter dinilai terlalu tinggi.
Tingginya biaya sewa lapak membuat sebagian pedagang memilih tidak berjualan selama penyelenggaraan Sekaten. Salah seorang pedagang angkringan di Alun-alun Utara, Kardi mengaku mengurungkan niatnya menyewa lapak karena kondisi ekonomi yang sedang lesu.
Menurutnya biaya sewa tersebut tidak sebanding dengen potensi pendapatan yang diperoleh selama Sekaten. Dia menjelaskan lapak berukuran 2 meter memang tersedia dengan tarif Rp2 juta namun ukuran tersebut dinilai sempit untuk usaha angkringan yang dijalankan.
Sementara lapak dilokasi lain dipatok sekitar Rp4 - Rp5 juta untuk ukuran 3x3 meter. Bahkan lapak yang besar dibagian dalam mencapai Rp 6-7 juta.
"Kami hanya sanggup menyewa lapak apabila tarifnya berada di kisaran Rp3 juta. Diatas Nominal tersebut. Ia khawatir hasil jualannya tidak mampu menutup biaya operasional maupun modal usaha," katanya

Sementara itu pedagang dawet di kawasan yang sama, Wawan memilih tetap menyewa lapak agar dapat terus berjualan selama sekaten. Ia mengaku telah mengikuti penyelenggaraan Sekaten selama lebih dari 4 tahun. Tahun ini Ia kembali menyewa lapak berukuran 3x3 meter dengan tarif berkisar Rp3,5 - 4 juta.
"Untuk mekanisme pembayaran dilakukan uang muka sebesar setengah dari nilai sewa,sedangkan biaya harian akan ditetapkan kemudian oleh pihak penyelenggara. tahun lalu pedagang juga dikenai biaya tambahan untuk kebersihan dan penerangan," kata Wawan.

Meski harus mengeluarkan biaya sewa yang tak sedikit, Wawan mengaku usaha yang dijalankannya di pada Sekaten tahun lalu masih mampu menutup modal. Karena itu ia tetap optimis mengikuti penyelenggaraan sekaten tahun ini.
Dikatakan wawan sebagian pedagang yang sehari hari berjualan di kawasan Alun-alun Utara. Ia mengaku selama hari biasa dirinya hanya membayar retribusi harian sebesar Rp10 ribu. Tapi selama penyelenggaraan sekaten seluruh pedagang yang ingin tetap berjualan diwajibkan menyewa lapak," ucapnya. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....