ASEPHI Solo Raya Hidupkan UMKM Batik Kampung lewat Pameran di Pusat Perbelanjaan
- 13 Mei 2026 21:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Suasana meriah menyelimuti Solo Paragon Lifestyle Mall seiring dengan digelarnya pameran "Kampung ASEPHI 2026". Mengusung tema 'Menghidupkan Tradisi, Mempertemukan Kreasi', ajang yang diinisiasi oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) Cabang Solo ini resmi dibuka pada Rabu 13 Mei 2026.
Ketua ASEPHI Solo, Amin Suhudi Sutiman, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan sekaligus menghidupkan kembali pelaku usaha kecil menengah (UMKM) anggota ASEPHI yang tersebar di kampung-kampung. Melalui penyediaan ruang pamer ini, diharapkan para perajin dapat memperluas jangkauan pasar di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
"Konsep 'Kampung ASEPHI' sengaja kami hadirkan untuk membawa pelaku UMKM batik kampung masuk ke pusat perbelanjaan agar lebih dekat dengan konsumen. Kami berharap pameran di momen libur panjang ini mampu mendongkrak pesanan dan omzet para pelaku usaha," ujar Amin Suhudi kepada RRI di sela pembukaan acara.
Pameran yang berlangsung selama lima hari, mulai Rabu hingga Minggu (13-17 Mei 2026), ini diikuti oleh anggota ASEPHI se-Solo Raya serta peserta dari luar daerah seperti Lombok, Jakarta, dan Palembang.
Tercatat sebanyak 44 stan UMKM dan dua stan pendukung dari sektor perbankan turut memeriahkan kegiatan tersebut. Saat ini, anggota ASEPHI Solo Raya mencapai 150 hingga 160 pelaku usaha, di mana sekitar 70 persen didominasi oleh sektor batik dan fesyen, sementara sisanya bergerak di bidang kerajinan tangan (handycraft).

Hadir meninjau lokasi, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai sektor batik dan ekonomi kreatif tetap menjadi penopang vital perekonomian daerah. Menanggapi dinamika pasar, Respati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo berkomitmen memberikan pelatihan bagi pelaku usaha agar mampu menyesuaikan diri dengan tren konsumen masa kini.
"Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, konsumen terbesar produk di Solo saat ini berasal dari kelompok usia 18 hingga 35 tahun, terutama dari kalangan perempuan," ucap Respati.
Lebih lanjut, Respati mendorong para pelaku usaha untuk tidak hanya bergantung pada perdagangan elektronik e-commerce, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berbelanja langsung bagi wisatawan.
Selain penguatan dari sisi produksi, Pemkot Surakarta juga tengah menyiapkan promosi besar-besaran menyambut Hari Batik Nasional pada 1 Oktober mendatang.
"Sejumlah influencer nasional rencananya akan dihadirkan untuk membantu mempromosikan batik dan produk ekonomi kreatif Kota Solo ke pasar yang lebih luas," katanya (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....