Ketertiban Jalanan dan Ruang Ekspresi untuk Anak Muda

  • 04 Sep 2026 23:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Langkah Polres Sukoharjo mengamankan 11 sepeda motor berknalpot brong dalam patroli akhir pekan lalu layak diapresiasi. Penindakan ini bukan sekadar urusan penilangan atau kelengkapan administrasi kendaraan, melainkan respons atas gangguan nyata yang dirasakan masyarakat: kebisingan dan ancaman keselamatan akibat potensi balap liar di malam hari.

Patroli malam Minggu tentu efektif sebagai benteng pencegahan jangka pendek. Tapi, maraknya penggunaan knalpot bising dan kecenderungan balap liar juga menjadi cermin sosial—bahwa ruang ekspresi dan wadah otomotif yang aman bagi anak-anak muda kita masih sangat terbatas.

Tindakan tegas petugas dalam Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan—atau KRYD, jelas patut diacungi jempol. Suara knalpot yang memekakkan telinga dan potensi balap liar bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan gangguan nyata atas hak warga untuk mendapatkan ketenangan di malam hari.

Dari sudut pandang keamanan, tindakan tegas bertahap yang mengedepankan pendekatan humanis memang sudah sepatutnya dilakukan. Knalpot tidak standar dan aksi balapan di jalan publik tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga merampas hak masyarakat atas ruang publik yang aman dan nyaman saat beristirahat.

Namun, jika dilihat dari kacamata sosial, fenomena ini memperlihatkan pola berulang yang terus terjadi setiap akhir pekan. Pertanyaannya: mengapa aktivitas riskan seperti ini selalu muncul kembali meski razia rutin digelar?

Patroli KRYD adalah benteng pencegahan yang efektif untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, penindakan hukum perlu diimbangi dengan penyelesaian akar masalah.

Fenomena balap liar dan penggunaan knalpot bising menandakan masih minimnya ruang saluran yang positif dan terarah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan hobi otomotif maupun energi mereka.

Penertiban yang dilakukan kepolisian Sukoharjo sudah tepat untuk menjaga kondusivitas wilayah. Ke depan, langkah tegas ini akan semakin berdampak jika didukung oleh kolaborasi pemerintah daerah dan komunitas lokal, misalnya dengan menghadirkan wadah resmi otomotif yang aman.

Dengan begitu, ketertiban kamtibmas tetap terjaga, dan energi anak muda tidak lagi meluap menjadi potensi bahaya di jalan raya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....