Pipanisasi Pertanian Solusi Menuju Petani Makmur
- 29 Jul 2026 16:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebagai bentuk ketahanan pangan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya pipanisasi pertanian. Melalui program pipanisasi diharapkan dapat membantu kesulitan para petani dalam mendapatkan akses air untuk pertanian yang diprioritaskan untuk menjangkau sawah atau lahan tadah hujan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Solo Raya. Hal itu terungkap pada komentar pagi RRI Surakarta yang terangkum pada Warta Pagi disampaikan Ketua Tim Pemberitaan RRI Surakarta Agus Yoga Rabu 29 Juli 2026).
Untuk diketahui kata Agus Yoga yang juga editor rri,co.id,pipanisasi pertanian merupakan pengganti saluran irigasi tanah atau saluran terbuka menjadi pipa tertutup dari sumber air ke sawah atau lahan.
Jika hal itu dapat dilaksanakan dengan baik air pasti lancar, panen dengan produksi yang melimpah dan petani pasti makmur.
Berpandangan, pipanisasi yang saat ini digalakan pemerintah tentu ada beberapa alasan. Mengingat ada masalah irigasi terbuka yang selama ini diterapkan, seperti :
-Banyak kebocoran dan mudah rembes, hingga antara 30-40 persen air hilang dijalan atau saat mengalir ke lokasi persawasah.
-Tak menutup kemungkinan rawan pencurian air, karena dampak aliran air dianggap petani tidak adil.
-Tersumbat sampah atau lumpur, sehingga harus secara ruitn dilakukan pengecekan dan pengerukan.
-Kemudian masih ada sebagian oknum melakukan pungli air, dengan cara oknum petugas pengatur air minta uang pelancar.
Kondisi itu solusinya pipa air tegas Agus, air langsung sampai hemat, adil dan terukur.
Pertanyaannya apakah penting untuk ketahanan pangan di Solo Raya.
Jawabannya, pasti penting dan wajib diadakan pipanisasi. Mengingat Sragen, Karanganyar dan Boyolali merupakan lumbung padi Jawa Tengah. Jika kondisi air aman dan stabil masuk ke wilayah persawahan, setidaknya ada tiga (3) hal terjadi seperti :
-Indek tanam naik, masa tanam dari 2 kali menjadi 3 kali setahun karena tidak menunggu msuim hujan.
-Secara otomatis produksi naik, air cukup, panen padi langka gagal sehingga harga beras stabil.
-Dampaknya tentu hemat biaya, disini para petani tidak keluar biaya solar untuk nyalakan genset guna sedot air. Sehingga tidak ada suap oknum untuk mengalirkan air.
-Dan yang pasti zero konflik, pembagian air menggunakan kran dan berdasarkan meteran sehingga adil sehingga tidak menimbulkan keributan.
Program pipanisasi pertanian jika dengan Astica dan Solo bersih …
Astacita Pilar 1 : Ketahanan pangan dan pada Astacita Pilar 4 : Pembangunan Desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....